Pengamanan Munas-Konbes PBNU 2026 Dimantapkan, 400 Personel Disiapkan

Dari sisi pengamanan, tokoh yang biasa disapa Gus Nabil itu mengungkapkan pihaknya menyiapkan sekitar 400 personel yang berasal dari berbagai badan otonom PBNU. Di antaranya melibatkan Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor), Banser, Pagar Nusa, (Corp Pelajar Putri), KPP IPPNU, hingga Garda Fatayat.

19 Jun 2026 - 22:15
Pengamanan Munas-Konbes PBNU 2026 Dimantapkan, 400 Personel Disiapkan
Wakil Koordinator Seksi Keamanan Muchamad Nabil Haroen ( foto : Putra )

KEDIRI, SJP - Wakil Koordinator Seksi Keamanan Muchamad Nabil Haroen memastikan kesiapan pengamanan pelaksanaan Munas Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri telah mencapai sekitar 95 persen. 

Dari sisi pengamanan, tokoh yang biasa disapa Gus Nabil itu mengungkapkan pihaknya menyiapkan sekitar 400 personel yang berasal dari berbagai badan otonom PBNU. Di antaranya melibatkan Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor), Banser, Pagar Nusa, (Corp Pelajar Putri), KPP IPPNU, hingga Garda Fatayat.

Untuk sistem pengamanan, panitia menerapkan skema empat ring pengamanan, mulai dari ring 1 hingga ring 4. Selain itu, masing-masing badan otonom juga menyiapkan sistem pengamanan tertutup sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan skenario yang tidak diinginkan.

Sebanyak 16 pos pengamanan juga telah disiapkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kediri. 

"Di masing-masing banom juga sudah menyiapkan pengamanan tertutup jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, tapi semoga itu tidak terjadi," ujar Gus Nabil, Jumat (19/6/2026). 

Sementara itu, untuk anggota Pagar Nusa yang terlibat pengamanan, didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Bojonegoro, Sidoarjo, Surabaya, Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga Trenggalek.

"Ada 160 personel Pagar Nusa," ujar pria yang juga Ketua PP Pagar Nusa itu. 

Gus Nabil menyebut, hingga saat ini belum ada indikasi gangguan yang berpotensi menghambat jalannya kegiatan. Meski demikian, peserta Munas dan Konbes tetap diimbau untuk mematuhi seluruh tata tertib dan aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran acara.

Dalam upaya mitigasi risiko, pihak juga telah berkoordinasi dan bersinergi dengan aparat gabungan, seperti TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan. Koordinasi ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, khususnya terkait kondisi akses jalan menuju lokasi kegiatan.

"Kita telah berkoordinasi dan bersinergi juga dengan TNI Polri, kemudian Satpol PP, kemudian Dishub untuk memitigasi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya. 

Gus Nabil menegaskan, pelaksanaan Munas dan Konbes NU kali ini diharapkan tidak bersifat eksklusif, melainkan menjadi ruang kebersamaan dan kegembiraan bagi seluruh warga Nahdliyyin. Meski demikian, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.

Sebagai bagian dari sistem pengamanan, seluruh peserta, peninjau, dan tamu undangan akan dibekali kartu identitas (ID card) yang dilengkapi dengan barcode. Kartu tersebut akan digunakan sebagai alat screening saat memasuki area kegiatan, guna memastikan akses yang tertib dan terkontrol.

"Jadi kita berharap semuanya, warga NU juga bisa menikmati acara ini, bisa ikut bahagia, bisa ikut bergembira, seperti halnya kegiatan-kegiatan yang sebelumnya, namun tidak mengabaikan soal prinsip-prinsip keamanan," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow