Pemkot Batu Benahi Wajah Kota, Pedestrian hingga Jalur Wisata Masuk Proyek Strategis 2026
Melalui proyek strategis 2026, Pemkot Batu mulai mengarahkan pembangunan infrastruktur tidak hanya sebagai proyek fisik semata, tetapi juga bagian dari penataan wajah kota wisata. Fokus pada pedestrian, preservasi jalan, dan ruang publik menunjukkan upaya pemerintah membangun kota yang lebih nyaman, aman, dan berdaya saing di sektor pariwisata
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu mulai memacu realisasi pembangunan infrastruktur strategis tahun 2026 dengan fokus utama pada penataan ruang publik dan peningkatan kualitas jalur mobilitas. Sejumlah proyek prioritas disiapkan untuk memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan pada Sabtu (9/5/2026) menegaskan bahwa melalui skema Proyek Strategis Daerah (PSD), pemerintah memprioritaskan pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Gani dan Jalan Diran. Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan di ruas Sisir–Pandanrejo serta jalur Sumberejo–Ngaglik.
"Pembangunan infrastruktur tersebut dirancang tidak hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat," paparnya.
Menurutnya, Kota Batu sebagai kota wisata membutuhkan ruang publik yang lebih representatif, terutama di kawasan dengan intensitas wisatawan dan aktivitas warga yang tinggi.
Selain empat proyek utama PSD, Pemkot juga menyiapkan tiga program prioritas tambahan. Di antaranya lanjutan pembangunan pedestrian di Jalan Trunojoyo, preservasi kawasan Simpang Empat Patih, serta preservasi jalan di kawasan Sumberbrantas yang selama ini menjadi jalur dengan beban lalu lintas cukup tinggi.
Pemkot Batu juga mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak pembangunan terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah mengaku telah melakukan sosialisasi terkait rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, hingga pengaturan operasional alat berat agar proyek tidak memicu kemacetan parah di jalur vital kota.
"Selain itu, sinkronisasi utilitas seperti kabel dan pipa bawah tanah juga menjadi perhatian agar pengerjaan fisik tidak mengalami hambatan teknis di lapangan," imbuhnya.
Penataan sementara bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area proyek turut disiapkan guna menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.
Pemkot berharap seluruh proyek strategis tersebut dapat menjadi fondasi pembentukan wajah baru Kota Batu yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi kenyamanan dan aksesibilitas publik. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

