Pemkab Tulungagung Gelar Upacara Adat Bersih Nagari Puncaki Peringatan Hari Jadi ke-820

Peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai persatuan, menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Tulungagung yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.

18 Nov 2025 - 17:24
Pemkab Tulungagung Gelar Upacara Adat Bersih Nagari Puncaki Peringatan Hari Jadi ke-820
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (kiri) menerima Pataka Lambang Daerah Kabupaten Tulungagung dari petugas kirab dalam upacara Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi ke820 Kabupaten Tulungagung. (Istimewa)
Pemkab Tulungagung Gelar Upacara Adat Bersih Nagari Puncaki Peringatan Hari Jadi ke-820

TULUNGAGUNG, SJP - Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Upacara Adat Bersih Nagari sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung, Selasa (18/11/2025).

Upacara ini mengacu pada penanggalan Prasasti Lawadan dengan candra sengkala “Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa”, yang menetapkan 18 November 1205 Masehi sebagai hari lahir Kabupaten Tulungagung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Peringatan Hari Jadi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Tulungagung dan diikuti ribuan peserta dari ASN, TNI, Polri, mahasiswa, pelajar, hingga anggota pramuka.

Dalam upacara tersebut, dilaksanakan prosesi penerimaan Pataka Panji Lambang Daerah Kabupaten Tulungagung yang sebelumnya dikirab mengelilingi 19 kecamatan.

Usai upacara, Pataka kembali dikirab menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dengan arak-arakan meriah yang menampilkan barisan kasepuhan, tim wimbasara, drumband tradisional, seni budaya potensial daerah, hingga rombongan buceng lanang dan buceng wadon.

Kirab dipimpin langsung oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo bersama Wakil Bupati Ahmad Baharudin dan Forkopimda yang menaiki kereta kuda, disusul kepala OPD dan camat yang menumpang becak.

Setibanya di Taman Tugu Kartini, kirab disambut penampilan spektakuler Jaranan Sentherewe dan Reyog Kendhang yang melibatkan 254 penari serta pengrawit dari UPAS-P Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung. Puncak acara kemudian digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Setelah pembacaan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung, Ketua DPRD Marsono menyerahkan Pataka Lambang Daerah kepada Bupati. Prosesi dilanjutkan dengan doa, wilujengan, pemotongan tumpeng, serta penyerahan tumpeng dari Bupati kepada Wakil Bupati dan Ketua DPRD.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-820 Tulungagung, Fuad Saiful Anam, menyampaikan bahwa Upacara Adat Bersih Nagari merupakan bentuk rasa syukur dan doa keselamatan bagi masyarakat Tulungagung.

Ia menegaskan, 80 persen rangkaian kegiatan hari jadi tahun ini diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat, sedangkan sisanya untuk hiburan dan rekreatif. 

"Tahun ini, peringatan hari jadi mengusung tema Tulungagung Bersatu, Satukan Langkah untuk Tulungagung Maju," ujar Fuad.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan peringatan hari jadi.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar berkat kerja keras panitia dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengajak masyarakat meneladani semangat para prajurit Lawadan.

“Seperti pesan dalam Prasasti Lawadan, keberhasilan selalu membutuhkan ikhtiar dan pengorbanan. Jer basuki mawa beya menjadi pengingat bahwa kemajuan hanya bisa dicapai lewat kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tulungagung dalam satu tahun terakhir, mulai dari Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan, penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Utama, Opini WTP dari BPK RI, hingga penghargaan Top Pembina BUMD dan berbagai apresiasi tingkat provinsi.

“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Namun masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama,” kata Bupati. 

Ia menegaskan bahwa pembangunan Tulungagung akan terus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan, penguatan budaya, dan kemajuan daerah.

Peringatan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai persatuan, menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Tulungagung yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.

Usai prosesi upacara selesai, Buceng Lanang dan Buceng Wadon dibawa keluar dari dalam pendopo dan menjadi rebutan warga. Ratusan warga yang telah menunggu berebut aneka makanan dan sayur dalam tumpeng yang menjadi simbol ungkapan syukur.

Momen ini selalu menjadi bagian yang paling ditunggu masyarakat, dalam peringatan hari jadi Kabupaten Tulungagung. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow