Pedagang Pasar Lojejer Jember Tolak Keberadaan Indomaret di Wilayahnya
Dianggap mengancam pedagang kelontong dan mematikan perekonimian rakyat kecil
JEMBER, SJP - Paguyuban pedagang Pasar Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember mengamuk, Rabu (15/1/2025). Mereka menolak berdirinya toko minimarket berjejaring yang tidak jauh dari lokasi pasar.
Insiyah (40), perwakilan pedagang Pasar Lojejer merasa dipecundangi oleh oknum yang membangun minimarket tersebut. Sebab dalih awalnya yaitu pembangunan showroom dan gudang. Namun, tiba-tiba akan diresmikan Indomaret di lokasi itu.
"Intinya, ini sudah tidak benar dan tidak manusiawi. Karena jelas-jelas ini dekat pasar. Kurang lebih 50 meter. Minimarket ini berdiri tepat di depan toko kelontong saya. Apakah ini tidak jahat," sesalnya, Rabu,(15/1/2025).
Warga menolak berdirinya Indomaret tersebut lantaran keberadaannya dianggap mengancam keberlangsungan toko kelontong di wilayah tersebut. Sehingga akan mematikan perekonomian rakyat kecil. Terlebih lagi, minimarket berjejaring tersebut tidak menjual produk lokal.
"Kami bersama 28 paguyuban menolak, dan kami sudah pasang penolakan di depan minimarket yang mau dibuka. Jika memaksa buka, kami akan melakukan aksi dan kami akan mencari tahu siapa yang mengizinkan ini berdiri di Lojejer," tegasnya.
Meski di bangunan tersebut belum terpasang logo Indomaret, namun warga yakin lokasi untuk pembangunan Indomaret. Sebab, warga mengaku memiliki bukti berupa rekaman percakapan yang menyatakan bahwa bangunan tersebut merupakan Indomaret.
"Kami kemarin sudah merekam. Itu dicopot sama dua orang dari manajemen. Ini jelas sudah Indomaret. Itu di sisi kiri jalan juga jelas ada tulisan Indomaret 200 meter," tegasnya sembari menunjuk ke arah plang bertuliskan Indomaret 200 meter.
Di lain pihak, Kepala Desa Lojejer, M Sholeh mendukung keberadaan toko modern itu di wilayahnya. Sebab, toko retail itu tidak menjual sayur mayur sebagaimana banyak dijual oleh pedagang Pasar Lojejer .
"Untuk yang menolak, nanti kita lihat sesuai aturan. Perizinan kami pemerintah desa sesuai dengan perizinan yang dari kementerian. Intinya kami mendukung adanya toko retail ini. Karena bisa menambah lapangan pekerjaan," tegasnya.
Sementara itu, terlihat dua spanduk berukuran 1x3 meter dipasang oleh Paguyuban Pedagang Pasar Lojejer tepat di lokasi pembangunan minimarket tersebut. Spanduk itu bertuliskan “Kami paguyuban pedagang pasar menolak berdirinya Indomaret di Pasar Lojejer dalam bentuk apa pun” (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

