Pecel Semanggi, Kuliner Tradisional Favorit Warga Gresik
Berbahan daun semanggi ditambah siraman pecel ubi ketela, kuliner tradisional ini masih menggugah selera. Cocok untuk sarapan atau makan siang.
GRESIK, SJP — Di tengah banyaknya menu kuliner modern, pecel semanggi tetap memiliki tempat di hati para pecinta kuliner tradisional. Kudapan berbahan dasar daun semanggi ini masih menjadi favorit di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Terutama bagi mereka yang ingin bernostalgia ke kuliner jaman dulu (jadul).
Sasminah (55), salah satu penjual kuliner pecel semanggi, mengatakan kudapan tradisional ini masih memiliki tempat di masyarakat. Memiliki lapak jualan di Jalan Taman Enggano, Kecamatan Kebomas, Gresik, setidaknya ia bisa menghabiskan sebanyak 80 porsi pecel semanggi setiap hari. "Kalau setiap hari di lapak tidak tentu, paling tidak bisa habis 80 setiap hari," kata Sasminah, Minggu (10/8/2025).
Sasminah menjelaskan, pecel semanggi ini kuliner dengan bahan dasar sayur daun semanggi yang direbus hingga matang. Kemudian, sayur semanggi disiram dengan bumbu pecel yang terbuat dari ubi ketela, kacang tanah, gula merah, dan aneka bumbu dapur.
Tidak hanya daun semanggi, kuliner ini juga masih ditambah sayur daun pepaya dan bunga turi direbus matang. "Semanggi disajikan dipincuk dengan lauk rempeyek atau kerupuk," jelasnya.
Ia menyebut, harga yang disajikan untuk bisa menikmati kuliner pecel semanggi ini cukup terjangkau. Untuk lauk rempeyek, pecel semanggi dijual dengan harga Rp15.000 per porsi. Sedangkan untuk lauk kerupuk, kudapan tradisional itu dijual dengan harga Ro20.000 per porsi.
Sasminah menyampaikan, sudah berjualan kuliner tradisional pecel semanggi ini selama 20 tahun. Ia meyakini, pecel semanggi ini akan tetap ada di hati masyarakat, meskipun banyak kuliner modern yang bermunculan. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

