Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember

Keluarga pasien jantung asal Banyuwangi mengapresiasi pelayanan cepat dan responsif RS dr. Soebandi Jember. Rumah sakit dinilai memberikan kepastian penanganan medis dan pendampingan rujukan secara profesional.

16 Jun 2026 - 19:59
Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember
Tampak dari depan Rumah Sakit RSD Soebandi Jember.(Ulum/SJP)

EMBER, SJP – Di tengah perjuangan panjang menghadapi penyakit jantung koroner, keluarga pasien asal Banyuwangi akhirnya menemukan titik terang setelah mendapatkan pelayanan cepat dan responsif dari RS dr. Soebandi Jember. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga yang selama berbulan-bulan berupaya mencari penanganan terbaik bagi sang ayah.

Budi, warga Banyuwangi, menceritakan bagaimana kondisi ayahnya yang menderita penyakit jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah terus menurun sejak didiagnosis pada pertengahan Maret 2026. Penyakit tersebut membuat sang ayah kerap mengalami sesak napas dan kelelahan sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Awalnya, ayah Budi menjalani proses kateterisasi di RSUD Blambangan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihak rumah sakit memberikan rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

“Baru sekitar 28 April 2026 ayah kami bawa ke RS Saiful Anwar Malang. Kenapa lama? Karena mempertimbangkan kondisi ayah yang saat itu masih lemas dan kecapekan,” kata Budi, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, pelayanan dokter spesialis di RSSA Malang berjalan baik. Setelah pemeriksaan awal, pihak rumah sakit meminta keluarga kembali ke Banyuwangi sambil menunggu jadwal tindakan lanjutan. Komunikasi sempat berlangsung ketika petugas rumah sakit menghubungi keluarga pada 20 Mei 2026 untuk melengkapi data rekam medis dari RSUD Blambangan.

Namun hingga awal Juni 2026, keluarga belum menerima informasi lanjutan. Sementara kondisi kesehatan sang ayah terus menurun dan semakin sering mengalami sesak napas.

Melihat kondisi tersebut, Budi berinisiatif mencari alternatif rumah sakit lain. Melalui saran kerabat di Mojokerto, keluarga kemudian memilih RS dr. Soebandi yang dinilai memiliki layanan jantung yang baik.

Setelah mengurus rujukan baru, sang ayah tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS dr. Soebandi pada Jumat, 12 Juni 2026. Budi mengaku terkesan dengan respons cepat yang diberikan petugas medis sejak pasien tiba di rumah sakit.

“Ayah tiba di IGD RS Soebandi pada Jumat, 12 Juni 2026. Pelayanan di IGD sangat responsif dan cepat, begitu pula dengan penyiapan ruangan perawatan,” ujarnya.

Selain pelayanan yang sigap, keluarga juga mendapatkan penjelasan yang rinci mengenai kondisi pasien. Dokter spesialis yang menangani memberikan informasi secara terbuka terkait diagnosis, kondisi kesehatan, hingga opsi tindakan medis yang dapat dilakukan.

“Bahkan pada hari yang sama, dokter memastikan bahwa tindakan operasi bisa dilakukan dan RS dr. Soebandi mampu menanganinya dengan baik,” tutur Budi.

Meski demikian, keluarga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan penanganan ke rumah sakit rujukan milik Kementerian Kesehatan di Surabaya dengan mempertimbangkan kondisi fisik pasien. Proses rujukan tersebut, kata Budi, mendapat dukungan penuh dari tim medis RS dr. Soebandi.

“Alhamdulillah, dengan bantuan tim RS Soebandi, kami menemukan kejelasan untuk penanganan di Surabaya. Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada tim medis serta pelayanan RS Soebandi yang responsif dan prima bagi ayah kami,” ungkapnya.

Budi berharap kualitas pelayanan yang diberikan RS dr. Soebandi dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga menjadi rujukan utama masyarakat di wilayah Tapal Kuda yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas.

“Harapannya, ke depan RS Soebandi bisa menjadi pilihan utama untuk mendapatkan layanan kesehatan paripurna bagi warga di sekitar wilayah Tapal Kuda,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow