Bukan Terpeleset, Wanita Disabilitas di Jombang Diduga Tewas Dianiaya

Dari hasil autopsi pada tindakan Ekshumasi korban ditemukan banyak luka akibat benda tumpul pada tubuh.

16 Jun 2026 - 10:30
Bukan Terpeleset, Wanita Disabilitas di Jombang Diduga Tewas Dianiaya
Polisi saat melakukan Ekshumasi di pemakaman umum Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP — Polisi akhirnya mengungkap tabir kasus penemuan jenazah perempuan di dalam kamar mandi rumah kos Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, yang awalnya diduga sebagai remaja.

Korban dipastikan bernama Choiriyah alias Puji (47), warga Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. 

Korban merupakan seorang perempuan lajang kelompok rentan dengan kondisi disabilitas intelektual (tunagrahita). 

Korban diketahui baru sekitar dua minggu tinggal bersama kakak kandungnya di rumah kos tersebut.

Dugaan pembunuhan terhadap Choiriyah kini menguat. Hasil ekshumasi atau pembongkaran makam oleh Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Peterongan, yang berkolaborasi dengan dokter serta tim Inafis RS Bhayangkara Kediri di pemakaman Dusun Pajaran, menemukan tanda-tanda luka di berbagai titik tubuh korban.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menerangkan bahwa hasil autopsi pada tindakan ekshumasi menunjukkan banyak luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Terdapat luka memar pada dua jari tangan kiri, dagu, bibir bawah, leher depan atas, dahi, lengan, dada, kepala, dan pipi.

Kemudian, ditemukan pula luka lecet berbentuk garis di dagu, patah pada dua jari tangan kiri, serta memar pada paha dan pinggang kanan.

"Semua luka tersebut terjadi ketika korban masih hidup dan akibat kekerasan menggunakan benda tumpul," ucap AKP Dimas Robin dalam pesan yang diterima wartawan, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan tanda-tanda hasil autopsi tersebut, Satreskrim Polres Jombang menyimpulkan bahwa Choiriyah bukan tewas akibat terjatuh di kamar mandi, melainkan menjadi korban penganiayaan.

"Penyebab kematian korban yaitu resapan darah pada seluruh kulit kepala dan pembusukan organ dalam," beber AKP Dimas.

Menurut AKP Dimas, korban memang memiliki kondisi tunagrahita atau disabilitas intelektual, yaitu kondisi keterbelakangan mental yang ditandai dengan kemampuan intelektual (IQ) dan fungsi kognitif di bawah rata-rata. Oleh karena itu, korban selalu dirawat oleh kakak kandungnya.

"Korban memang mengalami keterbelakangan mental sehingga harus dirawat kakak kandungnya," tandasnya.

Kepolisian bergerak cepat usai melakukan ekshumasi terhadap Choiriyah alias Puji, perempuan yang sebelumnya sempat dikira remaja dan ditemukan tewas di kamar mandi kos Desa Jogoroto. 

Polisi kini mulai mengerucutkan penyelidikan guna mengumpulkan bukti untuk menguatkan adanya unsur penganiayaan maut di balik kematian korban.

Penyelidikan yang awalnya sempat terganjal penolakan pihak keluarga tersebut kini berjalan agresif. Tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri telah melakukan autopsi pada sekujur tubuh korban.

Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa, menegaskan bahwa ekshumasi yang dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran, Peterongan, merupakan kunci utama untuk melengkapi alat bukti hukum.

"Betul, kita adakan pembongkaran makam atas nama Khoiriah yang mana diduga terjadi penganiayaan dengan TKP di Desa/Kecamatan Jogoroto, dan untuk TKP pemakamannya di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Jadi kita untuk melengkapi (bukti) terjadinya tindak pidana penganiayaan," ujar AKP Solihin.

Langkah tegas kepolisian ini sekaligus mematahkan alibi awal yang sempat dilontarkan pihak keluarga. Saat jasad korban ditemukan pada Jumat (12/6/2026) lalu, kakak korban sempat berdalih kepada warga bahwa adiknya murni tidak sadarkan diri akibat terpeleset di kamar mandi. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow