Pasca Dilantik, Kades di Banyuwangi Diminta Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Untuk ringkatkan kapasitas para kades terlantik, DPMD dalam waktu dekat bakal mengadakan bimbingan teknis pada 19 - 20 Desember mendatang

15 Dec 2023 - 03:45
Pasca Dilantik, Kades di Banyuwangi Diminta Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani saat melantik 51 kades di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (15/12/2023).(SJP)

Kabupaten Banyuwangi, SJP - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Ahmad Faishol, imbau kepala desa (Kades) jaga netralitas selama Pemilu 2024 mendatang.

Imbauan itu utamanya ia tujukan kepada 51 Kades terpilih yang resmi menjabat usai dilantik Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (15/12/2023).

Faishol aebut dari 51 jumlah kades yang dilantik 35 kades merupakan wajah baru dan 16 kades sisanya adalah incumbent.

"Sesuai dengan apa yang disampaikan Bawaslu para kades kami imbau tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pileg, Pilpres ataupun Pilkada nantinya," kata Faishol.

Oleh karenanya untuk meningkatan kapasitas para kades terlantik, DPMD dalam waktu dekat bakal mengadakan bimbingan teknis (Bimtek). Rencananya bimtek digelar pada 19 - 20 Desember mendatang. 

"Peningkatan kapasitas itu ditujukan untuk kepala desa baru dan calon ketua tim penggerak PKK. Para kades ini kan memiliki jenjang pendidikan yang beragam. Melalui bimtek kita berharap pemahamannya bisa ditingkatkan," bebernya.

Faishol berharap kades terlantik bisa segera menyesuaikan diri. Sesegera mungkin mempelajari mekanisme tata kelola pemerintahan desa.

"Terutama terkait pengelolaan keuangan di desa karena semua harus dipelajari," pintanya.

Sementara itu, Ipuk harapkan para kades untuk menjalin sinergi yang baik dengan masyarakatnya. Ipuk berpesan agar para kades terlantik menjadi pemimpin pendengar yang mampu menyerap aspirasi dan keluhan dari masyarakat. 

"Tidak mudah perlu perjuangan, oleh karenanya jangan disia-siakan. Desa adalah dasar dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat," kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga mengajak para kades untuk terus mencipatkan inovasi-inovasi yang bisa menjadi problem solving bagi persoalan masyarakat. 

"Anggapan layanan di desa yang rumit lama harus diubah. Harus dibuat menjadi lebih efektif dan mudah. Maksimalkan smart kampung," tegasnya.

Ia juga meminta para kades untuk aktif melibatkan Tim Penggerak PKK dalam mengatasi persoalan di desa. Seperti penguatan perempuan, menekan kasus stunting, kemiskinan dan lain sebagainya.

"Kami tidak meminta bapak ibu bekerja sendiri utamakan kolaborasi," imbaunya.(*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow