Pagar Nusa UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Kejurprov IBCA MMA Piala Walikota Surabaya

Kejuaraan yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Gelora Pancasila, Surabaya ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk personel TNI dan Brimob.

04 May 2026 - 13:38
Pagar Nusa UIN KHAS Jember Raih Perunggu di Kejurprov IBCA MMA Piala Walikota Surabaya
Moh Supriady Ali Syahbana atlet Silat Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang meraih medali perunggu di ajang IBCA MMA Provinsi Jawa Timur. (Ulum/SJP )

JEMBER, SJP — Pagar Nusa UIN KHAS Jember menorehkan prestasi pada kancah olahraga beladiri tingkat provinsi. 

Moh. Supriady Ali Sahbana, Kepala Kepelatihan Bidang Keatletan Pencak Silat Pagar Nusa UIN KHAS Jember, berhasil meraih medali perunggu pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Piala Walikota Surabaya dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Ahad (3/5/2026).

Kejuaraan yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Gelora Pancasila, Surabaya ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk personel TNI dan Brimob. Kendati demikian, ketatnya persaingan tidak membendung keuletan dan keahlian Ali hingga berhasil meraih juara.

Pencapaian ini dinilai istimewa karena Pagar Nusa UIN KHAS Jember baru resmi berdiri sekitar delapan bulan lalu. Di usia yang masih sangat muda, organisasi ini telah berhasil mengirimkan kadernya untuk bersaing di level provinsi.

Bahkan, kader Pagar Nusa tersebut berhadapan langsung dengan atlet-atlet dari institusi besar seperti TNI, Brimob, serta Puslatda Jawa Timur yang keluar sebagai juara pertama. Hal ini menjadi bukti bahwa Pagar Nusa UIN KHAS Jember hadir, bertumbuh, dan siap bersaing.

Ali bertanding di kelas Senior Standfight 56,7 KG Putra mewakili Kabupaten Jember. Ia berhasil melewati babak penyisihan dan melaju ke babak semifinal dengan penuh determinasi. Namun, pada babak semifinal, ia harus mengakui keunggulan lawan yang merupakan atlet Puslatda Jawa Timur.

Meski gagal melangkah ke final, Ali tetap berhak atas medali perunggu, sebuah podium yang ia raih di tengah persaingan ketat melawan atlet-atlet tangguh.

Ali merupakan mahasiswa semester 8 Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai atlet aktif, tetapi juga pembina generasi muda Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang menjalankan kedua peran tersebut secara beriringan.

Di sela-sela kegiatan bergengsi tersebut, Ali menyampaikan pandangannya terkait hasil pertandingan.

"Juara 3 bukanlah kemenangan, tapi tambahan, seorang pemenang hanya 1 yaitu juara 1. Tapi setidaknya saya sudah menyumbangkan 1 medali perunggu buat Jember," katanya, Senin (4/5/2026).

Selain itu, dia menjelaskan bahwa melalui pertandingan semifinal tersebut, ia belajar untuk lebih banyak berlatih karena masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

"Terima kasih buat Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang sudah memberikan support serta doa. Mohon maaf sudah membuat kalian kecewa, tapi ini bukanlah akhir, di fight selanjutnya saya akan jadi lebih baik," ucapnya.

Lebih lanjut, Ali menitipkan pesan mendalam bagi para anggota Pagar Nusa UIN KHAS Jember yang ia bina sehari-hari.

"Jika kalian ingin menjadi seorang juara atau petarung, yang harus kalian bentuk pertama kali adalah mental petarung. Karena ketika sudah memasuki arena, bahkan sebelum masuk arena, yang pertama kali bertarung adalah mental di dalam diri kalian. Dalam gelanggang, jangan ragu untuk menyerang, jangan pernah takut dipukul, jangan takut dibanting, jangan takut ditendang. Jangan lihat siapa lawanmu, tapi buatlah lawanmu yang melihat siapa dirimu," pungkasnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow