Outing Class SMP Negeri 7 Mojokerto Sisakan Duka, 3 Siswa Tewas Terseret Ombak Pantai Drini Yogyakarta

Sebanyak 257 siswa berangkat menggunakan 6 armada bus namun tak pulang utuh, 3 siswa dinyatakan tewas karena terseret ombak, 1 siswa hilang dalam pencarian.

28 Jan 2025 - 19:16
Outing Class SMP Negeri 7 Mojokerto Sisakan Duka, 3 Siswa Tewas Terseret Ombak Pantai Drini Yogyakarta
Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kunoro saat tenangkan keluarga korban. (Syaiful/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP – Kegiatan outing class Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Mojokerto di Pantai Drini Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sisakan duka mendalam.

Sebanyak 257 siswa berangkat menggunakan 6 armada bus, namun tak pulang utuh. 3 siswa dinyatakan tewas karena terseret ombak, 1 siswa hilang dalam pencarian.

Informasi yang dihimpun, ada 13 siswa yang terseret ombak saat bermain di Pantai Drini, 9 diantaranya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyampaikan duka mendalam atas insiden itu. Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro mengatakan, kejadian nahas itu terjadi pada Selasa (28/1/2025) pagi.

“Kegiatan outing class yang dilaksanakan di Pantai Drini Yogyakarta, tadi pagi kejadian tepat pukul 07.00 WIB dilaporkan ada 13 siswa yang terseret gelombang laut selatan,” kata Ali saat jumpa pers, Selasa (28/1/2025).

Ia membeber, korban selamat berjumlah sembilan orang masih duduk di kelas 7 SMP Negeri 7 Kota Mojokerto yakni, FRS, BK, PA, RB, MZZ, AR, AM, AN, dan RR.

Sementara korban ditemukan meninggal dunia adalah AAP, MY, BF. Dan korban masih dalam pencarian berinisial RYP.

“Korban meninggal dunia Pertama AAP warga Wates, Gang Flamboyan, Mojokerto, BF warga Mlirip dan MY warga Kedundung. Korban yang hilang atas nama RYP, warga Krian, Sidoarjo,” jelasnya.

Ali Kuncoro menyebut, setelah ia mendapat informasi itu. Pihaknya langsung perintahkan Kepala Dinas Pendidikan menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami juga melakukan koordinasi sehingga informasi nyang kita terima bisa update dan real time,” ujarnya.

Pemkot mengaku juga telah melakukan pendampingan kepada keluarga korban dan berjanji akan bertanggung jawab dan menanggung semua biaya yang ditimbulkan akibat insiden itu.

“Ini adalah musibah yang harus kita hadapi bersama, kita akan bertanggung jawab,” katanya.

Atas hal itu, Ali juga memperintahkan sekretaris daerah kota untuk mengumpulkan semua kepala sekolah baik SD maupun SMP untuk melakukan evaluasi, agar kasus serupa tidak terulang. 

“Untuk proses pemulangan jenazah, kami laporkan dari rumah sakit saptosari. Jenazah insyaallah akan dipulangkan setelah autopsi setelah pukul 15.00 WIB, tentu akan kita kawal dan perhatikan dengan baik agar sesuai dengan harapan kita semua,” urainya.

Menurut Ali kegiatan ini adalah bagian dari menambah wawasan siswa yang ada di Mojokerto, penyelenggara kegiatan adalah satuan pendidikan.

Ali mengklaim kegiatan outing class berujung duka ini disebut telah berdasar musyawarah baik diinternal maupun komite sekolah.

“Terkait apakah kegiatan ini banyak mendapatkan semacam penolakan tentu saya fikir kegiatan ini sudah dimusyawarahkan di internal dan komite sekolah,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow