Operasi SAR Hari Ketiga, Korban Tenggelam di Perairan Lumpur Gresik Ditemukan Tewas
Jasad korban ditemukan pada pukul 07.45 WIB, mengapung di koordinat 7°07'05.0" S, 112°40'25.0" E tepatnya di area dermaga PT Smelting. Lokasi penemuan berjarak sekitar 2,65 kilometer dari titik awal kecelakaan (Last Known Position/LKK).
GRESIK, SJP — Operasi pencarian korban hilang di perairan dermaga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, resmi berakhir pada Kamis (8/1/2026).
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian.
Jasad korban ditemukan pada pukul 07.45 WIB, mengapung di koordinat 7°07'05.0" S, 112°40'25.0" E tepatnya di area dermaga PT Smelting. Lokasi penemuan berjarak sekitar 2,65 kilometer dari titik awal kecelakaan (Last Known Position/LKK).
Koordinator Tim SAR Gabungan, Gani, mengonfirmasi bahwa setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
"Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban pada jarak 2,65 kilometer dari LKK dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing," ujar Gani, Kamis (8/1/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Gresik, Sukardi, memberikan penjelasan terkait latar belakang insiden tersebut. Berdasarkan penelusuran medis dan keterangan keluarga, penyakit penyerta diduga kuat menjadi pemicu utama korban terjatuh ke laut.
"Dugaan sementara, riwayat asam lambung korban kambuh secara mendadak saat sedang melaut, yang kemudian memicu terjadinya kecelakaan air tersebut," jelas Sukardi.
Insiden ini sebelumnya sempat menarik perhatian publik setelah rekaman CCTV di sekitar dermaga viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat sedang mengemudikan perahu kembali menuju dermaga dengan kecepatan tinggi usai mengantar penumpang.
Secara tiba-tiba, perahu korban kehilangan kendali dan menghantam dermaga. Saksi mata di lokasi kejadian segera melaporkan peristiwa tersebut kepada kelompok nelayan setempat sebelum akhirnya diteruskan ke pihak berwenang untuk memulai operasi pencarian sejak Selasa lalu.
Upaya pencarian selama tiga hari ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD Gresik, Satpolairud, dan relawan nelayan setempat. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

