Rilis di Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Buku Fikih Terbaru Siap Ubah Paradigma Disabilitas
Buku fikih disabilitas diluncurkan di sela-sela agenda Munas dan Konbes PBNU 2026 di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
KEDIRI, SJP – Salah satu masalah terbesar yang dihadapi para penyandang disabilitas saat ini adalah paradigma atau pola pandang masyarakat umum. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik.
Guna mendukung transformasi sudut pandang tersebut, buku *Fikih Penguatan Disabilitas Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial* resmi diperkenalkan ke publik. Peluncuran buku penting ini dilaksanakan di sela-sela agenda Munas dan Konbes PBNU 2026, mengambil tempat di Teras Gubuk Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Terkait paradigma masyarakat, Jonna Aman Damanik menggarisbawahi tantangan yang ada di lapangan. "Karena disitu ada hegemoni normalitas kalau teman-teman normal dan melihat prioritas dengan normal, saya melihat dengan cara saya," ujar Jonna, Minggu (21/06/2026).
Ia mengungkapkan bahwa mentransformasikan paradigma tersebut, salah satunya melalui dogma hukum-hukum keimanan, menjadi langkah yang sangat krusial. "Saya begitu bersemangat bersama teman-teman untuk mengawalnya. Kita berharap paradigma kita akan tepat," katanya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang didapuk untuk meluncurkan buku tersebut menegaskan bahwa dokumen ilmiah-keagamaan ini bukanlah terbitan biasa. Melainkan sebuah rambu moral, rujukan sosial, sekaligus instrumen transformasi berpikir umat.
Tujuannya agar penyandang disabilitas mental-psikososial dipahami bukan sebagai beban, melainkan sebagai manusia yang martabatnya setara, harkatnya sama, dan haknya melekat tanpa syarat, sebagaimana dijamin oleh konstitusi, agama, serta norma kemanusiaan universal.
"Dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M dan pusat rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi dibawah kordinasi KND secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Alfatihah," ujarnya.
Sementara itu, selaku tuan rumah sekaligus pengasuh PP Al-Falah Ploso, KH Abdurrahman Kautsar, menyampaikan bahwa buku yang disusun ini secara gamblang mampu menggambarkan realitas sosial di masyarakat serta memberikan panduan dalam berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Mental Psikososial (PDMP).
"Bahwa kadang-kadang kesalahan kita itu simple tapi bahaya, simple tapi dampaknya sangat jelek adalah kalau melihat orang yang kebetulan ada perbedaan kita cukup sulit untuk menerima perbedaan itu entah perbedaan fisik ataupun bersifat mental," katanya.
Gus Kautsar, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kecenderungan tersebut sebenarnya manusiawi karena manusia dibekali karakter bawaan dari Tuhan untuk mencintai keindahan dan mencintai apa yang ada di dalam diri sendiri.
"Itulah kenapa kadang orang yang tidak ganteng kadang merasa sangat ganteng tapi ketika sadar bahwa ada keindahan, ada keistimewaan di orang lain itu salah. Perasaan itu penting, tapi kemudian kalau sampai mengakibatkan orang lain tidak bagus, tidak istimewa itu salah," pungkasnya.
Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Katib Syuriah PBNU Dr. Hilmy Muhammad, M.A, Komisioner KND Fatimah Asri Mutmainah, Komisioner KND Kikin Tarigan, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, Ketua LBM NU PBNU KH Mahbub Maafi, Sekretaris KND Herman Koswara, serta para santri Al-Falah Ploso dan sejumlah tokoh lainnya. (*)
What's Your Reaction?

