Makam Nduro: Warisan Sejarah Majapahit yang Masih Terjaga di Nganjuk

Makam ini terletak di kompleks pemakaman kuno di Dusun Nanggungan, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk

04 Apr 2025 - 08:56
Makam Nduro: Warisan Sejarah Majapahit yang Masih Terjaga di Nganjuk
Situs Makam Nduro di Dusun Nanggungan, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. (Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Salah satu warisan sejarah yang masih terjaga di Kabupaten Nganjuk yaitu Makam Nduro: sebuah situs cagar budaya yang berasal dari era Kerajaan Majapahit.

Makam ini terletak di kompleks pemakaman kuno di Dusun Nanggungan, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Hingga kini, makam tersebut menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan nisan di kompleks pemakaman kuno tersebut yang bercorak Troloyo.

Makam Troloyo merupakan pemakaman Islam pada zaman Kerajaan Majapahit: sebuah kerajaan yang eksis pada abad 13 hingga abah 16 Masehi.

Makam Nduro dipercaya sebagai makam seorang tokoh penting yang hidup pada masa Kerajaan Majapahit.

Meskipun identitas lengkap dari tokoh tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, beberapa sumber menyebutkan bahwa makam ini adalah tempat peristirahatan bagi seorang prajurit atau pejabat tinggi kerajaan. 

Makam ini berada di tengah-tengah area yang tenang dan dikelilingi oleh pepohonan hijau. Makam ini juga menjadi bukti penting adanya pengaruh budaya Majapahit yang meluas hingga wilayah Nganjuk.

Sebagai situs bersejarah, Makam Nduro memiliki sejumlah peninggalan yang menunjukkan keagungan Majapahit.

Nisan dan struktur makam yang masih terawat dengan baik menjadi bukti adanya kebudayaan Hindu-Buddha yang berkembang pada masa itu.

Selain itu, kompleks makam ini juga dilengkapi dengan beberapa bangunan yang menunjukkan pengaruh arsitektur khas kerajaan besar tersebut.

Kini, pemakaman kuno di Watudandang ini berada di bawah naungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur yang dahulu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. 

“Ini dikelola BPCB sejak tahun 1994. Mulai dikasih pagar, ditata. Waktu itu, bapak saya yang ditunjuk jadi juru pelihara,” ujar juru pelihara situs Nduro, Sugeng.

Wakil Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Nganjuk, Usman, membenarkan bahwa Situs Nduro merupakan makam kuno Islam.

“Ya itu makam kuno Islam,” ucap Usman, Sabtu (29/3/2025)

Menurut Usman, era kompleks pemakaman kuno ini berkisar antara masa akhir pemerintahan Majapahit hingga Kesunanan Giri atau Giri Kedaton.

Makam Nduro kini mulai dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik bagi para wisatawan. Terutama bagi mereka yang tertarik dengan sejarah Kerajaan Majapahit dan peninggalan-peninggalan budaya lainnya.

Selain menjadi tempat yang penuh nilai sejarah, kawasan ini juga menawarkan suasana yang damai dan tenang. Cocok bagi pengunjung yang ingin menghilangkan penat dan menikmati keindahan alam serta warisan budaya.

Bagi masyarakat Nganjuk dan sekitarnya, Makam Nduro bukan hanya sekadar situs bersejarah, melainkan juga merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu terus dilestarikan.

Melalui upaya pelestarian ini, diharapkan makam ini dapat terus menginspirasi untuk lebih menghargai dan menjaga kekayaan sejarah serta budaya Indonesia yang sangat beragam. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow