Madiun Semakin Moncer, Srikandi Projasih : Jangan Lupakan Kami

Berbagai prestasipun diraih oleh kota dengan 3 wilayah kecamatan, serta 27 kelurahan ini. Yang terbaru adalah, Kota Madiun meraih anugerah dari Lembaga Sensor Film (LSF) 2023, untuk kategori Kepala Daerah Peduli Sensor Mandiri, pada 14 September 2023 kemarin. Sebelumnya dibidang lingkungan hidup, prestasi gemilang yang ditorehkan Kota Madiun, yakni penghargaan Nirwasita Tantra, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Agustus 2023 lalu.

16 Sep 2023 - 16:15
Madiun Semakin Moncer, Srikandi Projasih : Jangan Lupakan Kami
Srikandi Projasih Kota Madiun membersihkan tepi jalan Dr. Soetomo Kota Madiun, Sabtu (16/9/2023) (Foto : Antok / SJP)
Madiun Semakin Moncer, Srikandi Projasih : Jangan Lupakan Kami
Madiun Semakin Moncer, Srikandi Projasih : Jangan Lupakan Kami
Madiun Semakin Moncer, Srikandi Projasih : Jangan Lupakan Kami

Kota Madiun, SJP - Nama Kota Madiun semakin ramai diperbincangkan. Bukan hanya di daerah sekitar, namun juga di tingkat provinsi, nasional, dan bahkan internasional.

Keberhasilan pengelolaan kota Madiun, dengan berbagai inovasinya, mampu menarik perhatian semua kalangan.

Mulai dari penataan dan pembangunan fisik, ataupun pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di kota berjuluk Kota Pendekar ini.

Berbagai prestasipun diraih oleh kota dengan 3 wilayah kecamatan, serta 27 kelurahan ini. Yang terbaru adalah, Kota Madiun meraih anugerah dari Lembaga Sensor Film (LSF) 2023, untuk kategori Kepala Daerah Peduli Sensor Mandiri, pada 14 September 2023 kemarin.

Sebelumnya dibidang lingkungan hidup, prestasi gemilang yang ditorehkan Kota Madiun, yakni penghargaan Nirwasita Tantra, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Agustus 2023 lalu.

Bahkan untuk Nirwasita Tantra ini, Kota Madiun mencatatkan nama tiga kali berturut turut.

Diakui atau tidak, prestasi yang diraih kota Madiun ini, dapat dicapai atas kerja keras mereka yang setiap harinya bergelut dengan sampah, dengan "bersenjata" sapu lidi.

Mereka adalah "pasukan" yang berjuluk Srikandi Projasih (Program Jalan Bersih). Pasukan ini, sebagian besar adalah mereka ibu rumah tangga, yang diberdayakan untuk menjaga kota agar tetap terlihat bersih.

Namun, meski kota Madiun telah seringkali meraih penghargaan dalam bidang kebersihan dan lingkungan hidup, ternyata masih cukup sulit untuk membuat masyarakat sadar dan peduli akan kebersihan.

Salah seorang petugas Srikandi Projasih menuturkan, seringkali dia harus memungut botol bekas minuman ataupun bungkus makanan yang berserakan di atas meja dan bangku pedestrian.

"Ya yang susah itu biasanya bekas makanan atau minuman masih di atas meja. Padahal sudah disediakan tempat sampah juga di sekitarnya," kata seorang petugas projasih, Sabtu (16/9/2023).

Diceritakan, setiap hari ia harus siaga menjaga ruas jalan dan pedestrian agar tetap terlihat bersih dan rapi.

"Ada yang mulai jam 3 pagi, jam 8 pagi, nanti sampe jam 3 sore. Yang sore ada lagi sampai jam 10 malam," terangnya.

Dengan banyaknya penghargaan yang diraih Pemkot Madiun, para Srikandi inipun juga merasa senang dan bangga.

"Ikut seneng, ikut bangga, tetapi tolong perhatikan kami, kerja kami. Bukan cuma pemerintah saja tapi ya semuanya. Orang-orang yang duduk di trotoar (pedestrian) itu, kalau makan minum ya sampahnya jangan angger mbuang saja. Ada tempat sampah ya itu bukan pajangan," tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun, Aang Marhaendra Budiono, dikonfirmasi mengakui saat ini untuk memberikan edukasi pada masyarakat untuk peduli kebersihan masih cukup sulit.

"Ya memang untuk edukasi itu masih sulit ya. Tetapi setidaknya kalau warga kota (Madiun) memberi contoh, saya yakin tamu atau orang dari luar yang datang ke Madiun juga akan sungkan kalau mau seenaknya. Ya ayolah warga kota Madiun, kita sama sama jaga kota ini," katanya, Sabtu (16/9/2023).

Berkaitan dengan petugas kebersihan, kata Aang, pihaknya sangat berterima kasih atas kerja kerasnya.

"Kemarin kita ajak mereka (projasih) studi banding sampai ke Singapura. Ya kita banyak belajar dari sana. Sehingga akan muncul tanggung jawabnya. Tetapi masyarakat semuanya juga harus mendukung. Ini tanggung jawab kita semua," tambahnya.(*)

Editor : Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow