Libur Sekolah Jadi Momentum Guru Berbenah, Dindik Jatim Dorong Lahirnya Inovasi Pembelajaran Baru
Melalui berbagai program penguatan kapasitas selama masa libur sekolah, Dindik Jawa Timur ingin memastikan tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diawali dengan kesiapan siswa, tetapi juga kesiapan guru sebagai ujung tombak pendidikan.
KOTA BATU, SJP – Masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya pendidik. Alih-alih menjadi waktu jeda tanpa aktivitas, periode libur 22 Juni hingga 12 Juli 2026 diminta menjadi momentum bagi para guru untuk memperkuat kompetensi dan menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai pada Rabu (24/6/2026) menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peserta didik, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, ketika siswa memanfaatkan masa libur untuk beristirahat dan mengisi kembali energi, para guru perlu menggunakan waktu yang sama untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan.
“Kalau murid memanfaatkan libur untuk mengisi energi, maka guru harus menggunakan waktu ini untuk memperkuat kompetensi. Saat siswa kembali, mereka harus bertemu guru yang lebih kreatif, inovatif, dan mampu menjadi inspirasi,” ujarnya.
Mantan Penjabat Wali Kota Batu itu menjelaskan bahwa terdapat tiga fokus utama yang ingin dicapai pada tahun ajaran 2026/2027. Yakni peningkatan kompetensi guru, penguatan kreativitas pembelajaran, serta kesiapan menghadapi perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, termasuk perkembangan teknologi digital.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, guru didorong untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan justru tertinggal oleh perkembangan zaman.
Selain penguatan kompetensi, Dindik Jatim juga meminta guru mulai menyiapkan berbagai kebutuhan akademik sebelum tahun ajaran baru dimulai. Di antaranya pemetaan kemampuan awal peserta didik melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi bagi siswa baru, penguatan budaya literasi sekolah, hingga penetapan target capaian pembelajaran.
Aries juga menekankan pentingnya refleksi pembelajaran sebagai bahan evaluasi terhadap proses belajar mengajar selama satu tahun terakhir. Melalui evaluasi tersebut, sekolah diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran mendatang.
“Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran berikutnya,” imbuhnya.
Untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual, guru juga diminta mulai menyiapkan berbagai perangkat ajar seperti modul pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), media digital, video edukasi, hingga proyek-proyek pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.
Tak hanya itu, Aries juga menegaskan bahwa pihaknya meminta untuk lebih menguatkan program Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Program tersebut mendorong setiap guru menghasilkan minimal satu inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.
"Selain menghasilkan inovasi, para pendidik juga diharapkan memperkaya literasi melalui aktivitas membaca dan menulis selama masa liburan. Berbagai pengalaman mengajar, praktik baik, maupun gagasan pendidikan diharapkan dapat terdokumentasi sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme guru," tegasnya.
Sehingga meski kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara selama liburan, aktivitas pendidikan di sekolah tetap berjalan melalui Program SIKAP. Dalam program tersebut, guru tetap melaksanakan sistem piket untuk merawat tanaman, kebun, maupun perikanan sekolah serta melakukan pemantauan dan dokumentasi perkembangan secara berkala. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

