Ribuan Warga Padati Larung Sesaji Petik Laut di Puger Kulon Jember

Kegiatan ini juga efektif menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi wisata Pantai Pancer Puger kepada masyarakat luas.

30 Jun 2026 - 11:30
Ribuan Warga Padati Larung Sesaji Petik Laut di Puger Kulon Jember
Larung sesaji Petik Laut di Kecamatan Puger Jember. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Puncak rangkaian selamatan desa Petik Laut di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, ditutup dengan prosesi Larung Sesaji pada Selasa (30/6/2026) pagi. 

Tradisi tahunan masyarakat nelayan ini berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan warga.

Pantauan di lokasi, ribuan warga memadati sepanjang rute arak-arakan, mulai dari Kantor Desa Puger Kulon menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Mereka antusias menyaksikan jolen, replika perahu berisi puluhan hasil bumi yang diarak sebelum dilarung ke perairan Laut Selatan.

Setelah tiba di TPI, jolen tersebut dipindahkan ke kapal nelayan untuk dibawa ke tengah laut. Antusiasme masyarakat juga terlihat jelas di Plawangan Pantai Pancer Puger. Meski ombak terpantau besar, warga tetap berbondong-bondong mendekati bibir pantai sejak pagi hari demi menyaksikan iring-iringan kapal pembawa sesaji.

Kepala Desa Puger Kulon, Nurhasan, menjelaskan bahwa larung sesaji merupakan warisan budaya leluhur yang terus dijaga kelestariannya oleh masyarakat nelayan setempat.

"Larung sesaji kami uri-uri untuk mempertahankan budaya lokal sekaligus menghidupkan sektor wisata dan UMKM," kata Nurhasan, Selasa (30/6/2026).

Menurut Nurhasan, kegiatan ini juga efektif menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi wisata Pantai Pancer Puger kepada masyarakat luas. Ia menegaskan, selamatan desa dan larung sesaji ini esensinya adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang melimpah. 

Melalui tradisi ini, warga berharap para nelayan selalu diberikan keselamatan saat melaut dan rezeki yang berkah.

Nurhasan juga menambahkan bahwa pelaksanaan larung sesaji dari tahun ke tahun semakin semarak. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah jolen yang dilarung serta melonjaknya jumlah pengunjung.

Daya tarik budaya ini juga diakui oleh para wisatawan. Amin Tohari, seorang pengunjung asal Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, mengaku sengaja datang langsung untuk menyaksikan prosesi sakral ini.

Menurut Amin, tradisi Petik Laut memiliki nilai jual yang tinggi. "Tradisi tersebut menjadi daya tarik budaya yang layak dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai destinasi wisata Kabupaten Jember," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow