Kilang TPPI Tuban Kembali Normal, Pengawas Ketenagakerjaan Minta Evaluasi Unsur K3 Diperkuat
Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur belum menerima laporan resmi dari manajemen TPPI terkait insiden kebakaran tersebut.
TUBAN, SJP – Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur Subkorwil Tuban mengingatkan manajemen PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) untuk memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pasca insiden kebakaran yang melanda kilang minyak pada Kamis (16/10/2025).
“Semua itu berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, dan setiap perusahaan wajib menjalankannya sesuai aturan. Ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,” tegas Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Pertama Subkorwil Tuban, Erni Kartikasari, Jumat (17/10/2025).
Meski begitu, hingga saat ini pihak pengawas ketenagakerjaan mengaku belum menerima laporan resmi dari manajemen TPPI terkait insiden kebakaran tersebut. “Sampai sekarang kami belum dilapori secara resmi, yang penting kami dilapori dulu,” ujarnya.
Erni menjelaskan, laporan resmi dari perusahaan dibutuhkan agar tim pengawas dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini bertujuan menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran prosedur atau kondisi tidak aman yang menjadi penyebab kebakaran.
“Kalau nanti ditemukan pelanggaran, kami akan membuat rekomendasi. Kami akan melihat unsafe action dan unsafe condition-nya agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, unsafe action adalah tindakan pekerja yang berpotensi membahayakan diri maupun orang lain, sementara unsafe condition merupakan kondisi fisik lingkungan kerja yang berisiko menyebabkan kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Area Manager CSR & Comrel PT TPPI, Tinoto Hadi Sucipto, menegaskan bahwa perusahaan sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja di seluruh lini operasional. “Terkait K3, kami sangat konsen. Termasuk manajemen selalu menerapkan safety dalam pemeriksaan rutin di area kerja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Tinoto menambahkan bahwa penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi kewajiban bagi seluruh karyawan. “Safety vest yang kami utamakan,” tambahnya.
Terkait laporan kepada pengawas ketenagakerjaan, Tinoto menyebut pihaknya akan memastikan terlebih dahulu apakah laporan sudah dikirimkan atau belum. “Kita cek dulu, apakah sudah dilaporkan atau belum,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan kondisi kilang kini sudah kembali beroperasi secara normal. “Sekarang sudah berjalan normal, produksi BBM untuk nasional tetap lancar,” pungkasnya.
Manajemen TPPI Bantah Adanya Kelalaian Prosedur
Tinoto Hadi Sucipto membantah tudingan DPRD Tuban yang menyebutkan faktor kelalaian prosedur sehingga terjadi ledakan dan kebakaran di area kilang. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan flash fire atau nyala api sesaat akibat kebocoran pompa, bukan karena kesalahan prosedur kerja. “Terjadi flash fire, dan tidak ada kesalahan prosedur,” tegasnya.
Menurut Tinoto, asap hitam yang muncul saat kejadian tidak berbahaya dan tidak mengandung zat beracun. Asap tersebut berasal dari sisa minyak kental di pipa yang terbakar sesaat sebelum api berhasil dipadamkan oleh tim tanggap darurat internal.
“Asap yang keluar tidak beracun, dan sampai saat ini tidak ada korban jiwa maupun luka. Semua kondisi normal,” terangnya.
Manajemen PT TPPI masih melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab dan menghitung besaran kerugian akibat kebakaran.
“Kerugian masih dalam proses investigasi dan pembahasan internal,” ujar Tinoto.
Setelah api dipadamkan, menurut Tinoto, perusahaan melakukan perbaikan di area terdampak. Ia memastikan seluruh unit produksi kembali beroperasi normal sehingga pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan nasional tidak terganggu.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut dan menduga adanya kesalahan prosedur yang menjadi penyebab ledakan dan kebakaran di area kilang minyak TPPI.
“Kami sangat prihatin atas insiden ini. Kami akan melakukan investigasi kenapa sampai ada ledakan dan kebakaran di kilang TPPI. Saya yakin pasti ada dugaan kesalahan prosedur,” tegas Fahmi Fikroni, Kamis (16/10/2025).
Selian itu, politisi senior asal PKB itu juga meminta agar perusahaan bertanggung jawab kepada masyarakat terdampak. Pihaknya pun akan melakukan investigasi atas kejadian ledakan dan kebakaran di area kilang minyak plat merah tersebut. (**)
Editor: Danu S
What's Your Reaction?

