Keselamatan Jadi Sorotan, DPRD Desak Audit Teknis Bianglala Alun-alun Kota Batu

Tanpa langkah cepat dan terukur, keberadaan bianglala di Alun-alun Kota Batu berisiko berubah dari ikon wisata menjadi sumber bahaya laten. DPRD menegaskan, pilihan yang tersedia kini semakin mengerucut: memastikan keamanan melalui audit dan percepatan revitalisasi, atau menutup babak wahana tersebut secara permanen demi keselamatan publik

01 May 2026 - 20:10
Keselamatan Jadi Sorotan, DPRD Desak Audit Teknis Bianglala Alun-alun Kota Batu
Ferish wheel Alun-alun Kota Batu (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Mandeknya operasional wahana bianglala di Alun-alun Kota Batu tak lagi semata dipersoalkan dari sisi ekonomi dan estetika, tetapi kini bergeser menjadi isu keselamatan publik. Memasuki tahun kedua sejak berhenti beroperasi pada 2022, kondisi fisik wahana yang terus terpapar cuaca ekstrem mulai dikhawatirkan berpotensi membahayakan pengunjung di kawasan pusat keramaian tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Didik Machmud pada Jumat (1/5/2026) menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menunda langkah teknis hanya karena proses administratif belum rampung.

"Audit konstruksi harus segera dilakukan secara berkala guna memastikan kekuatan struktur bianglala, terutama pada komponen besi yang rawan mengalami kelelahan material," urainya.

Menurutnya, risiko kerusakan struktural tidak bisa dianggap sepele mengingat posisi wahana berada di titik padat aktivitas masyarakat. Ia mengingatkan, faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlepas dari belum selesainya penilaian aset oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang hingga kini masih menjadi penghambat utama proses lelang dan revitalisasi.

Didik juga menekankan bahwa pemerintah tidak perlu menunggu proses lelang selesai untuk melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh. Langkah preventif dinilai jauh lebih penting dibandingkan respons reaktif yang berpotensi terlambat jika terjadi insiden.

"Jadi, apabila hasil audit menunjukkan kondisi struktur sudah tidak layak. Pembongkaran dinilai sebagai opsi rasional jika keberadaan wahana justru menjadi ancaman keselamatan publik, terutama di kawasan yang setiap harinya dipadati wisatawan," imbuhnya.

Di sisi lain, stagnasi pengelolaan bianglala turut berdampak pada hilangnya salah satu daya tarik utama di pusat kota. Wahana tersebut sebelumnya dikenal sebagai magnet wisata keluarga dengan harga terjangkau, yang berkontribusi pada perputaran ekonomi kawasan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow