Kemensos Janji Rehabilitasi Rumah Korban Erupsi Semeru
Selain janji rehabilitasi rumah, pemerintah juga berjanji menyalurkan santunan finansial bagi korban meninggal dan luka-luka.
MALANG, SJP – Kementerian Sosial (Kemensos) berjanji akan melakukan rehabilitasi rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Upaya pendataan dan verifikasi kerugian tengah dilakukan langsung di lapangan oleh Kemensos.
Kemensos menekankan pada penanganan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat, berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
Selain janji rehabilitasi rumah, pemerintah juga berjanji menyalurkan santunan finansial bagi korban meninggal dan luka-luka.
"Tentu nanti yang wafat akan dapat santunan, yang luka kami bantu. Yang rumahnya terdampak akan direhabilitasi," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf kepada awak media saat diwawancarai di Malang, Jumat (21/11/2025).
Saat ini, Kemensos telah mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta instansi lain untuk mendirikan dapur umum, menyediakan tempat pengungsian, dan mendistribusikan logistik.
"Insyaallah untuk dukungan dalam masa tanggap darurat ini, kami dukung," terangnya.
Hingga kini, status Semeru telah ditingkatkan menjadi Awas (Level IV) sejak 19 November 2025 pukul 17.00 WIB. Peningkatan aktivitas ini menyebabkan material panas melanda beberapa wilayah.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya tiga korban mengalami luka bakar serius akibat material panas dan telah menerima perawatan medis.
Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 346 jiwa yang tersebar di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, menunjukkan urgensi penanganan yang komprehensif.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan resmi dan tetap berada di lokasi aman. Meskipun demikian, janji rehabilitasi rumah perlu diuji melalui mekanisme penyaluran dana yang transparan dan jadwal konstruksi yang jelas, agar tidak menjadi janji politik semata di tengah penderitaan korban bencana. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

