Jembatan Lama Identitas Kota Kediri, Wajib Dijaga dan Dirawat Bersama
Peringatan hari jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri. Jembatan karya arsitek Belanda Sytze Westerbaan Muurling tersebut merupakan Jembatan besi pertama di Jawa dan bahkan di dunia.
KEDIRI, SJP - Jembatan Lama Kota Kediri yang bulan ini genap 157 tahun menjadi saksi perkembangan di kawasan Kota Kediri. Peringatan hari jadi ke-157 Jembatan Lama Kota Kediri berlangsung khidmat sekaligus penuh makna.
Jembatan karya arsitek Belanda Sytze Westerbaan Muurling tersebut merupakan Jembatan besi pertama di Jawa dan bahkan di dunia pada masa abad ke-19.
Struktur jembatan ini menggunakan konstruksi besi yang ditopang oleh tiang sekrup yang ditanam di dasar Sungai Brantas. Jembatan Jembatan Lama Kota Kediri bahkan lebih tua dibandingkan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat yang selesai dibangun pada 1883 dan menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn di New York City melintasi Sungai East.
Sejak tahun 2022 lalu, Jembatan Lama Kota Kediri telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya peringkat nasional.
"Momen ini bisa menambah semangat bagi warga Kota Kediri untuk sama-sama menjaga dan merawat. Menjaga sejarahnya, karena usianya sudah 157 tahun, kemudian merawat dan menyadari bahwa jembatan lama ini adalah identitasnya Kota Kediri. Bahkan sudah diakui sebagai cagar budaya, sehingga kita sama-sama harus merawat kebersihan di sana, tidak merusak," tegas Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Sabtu, (14/03/2026) malam.
Sejarah Jembatan Lama Kota Kediri, dituturkan Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, harus selalu dilestarikan. Sehingga, warga luar kota serta generasi-generasi muda bisa mengetahui cerita tentang jembatan yang punya nama lain Brug Over den Brantas te Kediri itu. Jembatan itu sendiri pertama kali dioperasikan sebagai bagian dari jalur Groote Postweg (jalan raya) pada masa pemerintahan kolonial Belanda, tepatnya pada 18 Maret 1869.
"Kita juga mempelajari sejarahnya, supaya itu tetap ada. Sejarahnya tetap diketahui oleh seluruh warga Kota Kediri dan itu bisa menjadi ikonnya Kota Kediri. Dikenal bukan hanya warga kota, tetapi juga luar kota. Seperti saat ini kan mendekati lebaran, kadang orang mudik ke kota Kediri belum tahu jembatan lama. Kalau warga Kota Kediri bisa menjelaskan, berarti ikut sama-sama melestarikan," tambah Mbak Wali.
Selain selamatan ulang tahun ke-157, peringatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran tenun ikat Bandar bermotif Jembatan Lama karya perajin tenun ikat asal Bandar Kidul, Slamet Sugiyanto dari Palugada. Kain ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri.
"Senang sekali ternyata ada orang yang cinta, artinya mengetahui sejarahnya sampai membuat tenun khas dan motifnya adalah jembatan lama. Ini bagus sekali dan saya rasa ini perlu dikembangkan. Harapannya bukan saya saja yang memakai, tapi nanti banyak warga kota Kediri yang bisa memakai kain tenun ikat motif jembatan lama,"tambahnya.
Peringatan momen bersejarah Jembatan Lama Kota Kediri diinisiasi oleh peneliti sejarah Jembatan Lama Kediri sekaligus pemerhati cagar budaya Imam Mubarok.
Menurut Gus Barok, sapaan akrabnya, pelaksanaan peringatan dimajukan dari tanggal sebenarnya karena 18 Maret 2026 berdekatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sehingga dikhawatirkan banyak pihak telah memasuki masa persiapan hari raya.
“Karena tanggal 18 Maret tahun ini berdekatan dengan perayaan Idul Fitri, maka peringatan ulang tahun jembatan dimajukan pada 14 Maret agar masyarakat tetap dapat mengikuti kegiatan dengan baik,” tambahnya. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

