Mahasiswi UM Asal Pandaan Raih Emas Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Surabaya 2026
Bagi Amanda, ajang ini merupakan kejuaraan yang kesekian kalinya. Sekaligus menjadi ajang pemanasan untuk Porprov 2027 bila masuk tim Kontingen Kabupaten Pasuruan yang rencananya akan digelar di Surabaya sebagai tuan rumah.
PASURUAN, SJP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Pasuruan. Amanda Aisyah Ramadanni, mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) asal Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Shorinji Kempo Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Mahasiswi semester VII Fakultas Sastra Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia itu keluar sebagai Juara I kategori Randori Putri Dewasa kelas 50 kilogram pada kejuaraan yang digelar di Gedung Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 14–16 Juni 2026.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena diraih di tengah padatnya aktivitas akademik yang sedang dijalani Amanda. Selain mengikuti perkuliahan, ia juga mulai mempersiapkan penyusunan skripsi sebagai syarat menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Malang.
Amanda yang juga merupakan atlet Porprov Kabupaten Pasuruan 2025 mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi hasil dari kerja keras dan latihan intensif yang dijalani selama beberapa bulan terakhir.
"Persiapan yang saya lakukan cukup singkat di tengah padatnya kegiatan kampus. Kemenangan ini tidak lepas dari latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan bersama rekan-rekan," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (18/6/2026).
Bagi Amanda, kejuaraan ini bukanlah yang pertama diikuti. Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana mengukur kemampuan dan pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 apabila kembali dipercaya memperkuat Kontingen Kabupaten Pasuruan.
Peraih medali perak Porprov Jawa Timur 2025 itu mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara aktivitas akademik dan latihan olahraga.
"Saya merupakan mahasiswi semester tujuh yang sebentar lagi harus mempersiapkan bahan untuk skripsi. Jadi, tantangan terbesar memang membagi waktu antara kuliah dan latihan," katanya.
Meski baru saja meraih medali emas, Amanda tidak ingin berpuas diri. Saat ini ia memilih kembali fokus menyelesaikan pendidikan, sembari terus menjaga kondisi dan kesiapan jika sewaktu-waktu mendapat panggilan untuk memperkuat Kabupaten Pasuruan pada ajang Porprov 2027.
Ia berharap dapat terus berkembang dan memperoleh kesempatan tampil di kompetisi yang lebih tinggi sehingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih luas.
"Harapan saya bisa ikut serta di ajang yang lebih tinggi dan membawa harum nama Kabupaten Pasuruan," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

