Desa di Gresik Dinobatkan Sebagai 'Desa Bonsai': Mampu Kurangi Angka Pengangguran Hingga 30 Persen
Budidaya bonsai di Kabupaten Gresik ternyata memiliki dampak positif bagi masyarakat, salah satunya mengurangi tingkat pengangguran di Desa Petung, Kecamatan Panceng.
GRESIK, SJP — Desa Petung, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendapat penghargaan sebagai desa bonsai, karena warganya yang banyak bergelut di budidaya bonsai. Adapun jumlah warga desa yang bergelut di dunia bonsai mencapai hampir 100 orang.
Kepala Desa Petung, Muhammad Mas'ud, mengatakan, budidaya bonsai di desanya mampu mengurangi angka pengangguran hingga 30 persen.
"Bersyukur, dengan adanya perputaran ekonomi di budidaya bonsai ini bisa mengurangi tingkat pengangguran 20 sampai 30 persen," kata Mas'ud, kepada Suarajatimpost.com, Ahad (11/5/2025).
Mas'ud menyampaikan, mayoritas aktivitas budidaya bonsai di desanya ini banyak digeluti oleh para pemuda. Mereka yang didapati belum memiliki pekerjaan, setelah berbudidaya bonsai memiliki penghasilan sendiri.
Para pemuda ini beraktivitas mulai mencari bahan-bahan pohon bonsai di hutan, dibentuk, hingga dijual warga luar daerah.
Budidaya bonsai sudah ada sejak tahun 1995. Kemudian, semakin tahun semakin banyak warga di Desa Petung yang menekuni budidaya aneka jenis bonsai, mulai beringin, asam, pilang, rukem, sancang, jeruk, kawis, cemara, hingga serut.
"Mungkin dari dasar itu kita mendapat perhargaan desa bonsai, karena ini satu-satunya desa yang warganya banyak menggeluti budidaya bonsai," jelasnya.
Mas'ud menyebut, pebonsai asal Desa Petung ini merupakan pelopor kontes bonsai yang ada di Kabupaten Gresik sejak tahun 2014, sampai sekarang.
"Jadi pelopor sejak tahun 2014 di Desa Petung kita mengadakan kontes bonsai sampai sekarang," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

