Cerita Penumpang Asal Malaysia Tertunda ke Pulau Bawean Imbas Cuaca Buruk
Penundaan kapal penyeberangan menuju Pulau Bawean membuat ratusan penumpang terlantar. Banyak dari mereka harus menginap di penginapan seperti halnya penumpang asal Malaysia.
GRESIK, SJP - Ratusan penumpang kapal penyeberangan hendak menuju Pulau Bawean tertahan di Pelabuhan Gresik, akibat cuaca buruk. Seluruh kapal penyeberangan laut itupun dihentikan dengan tujuan keselamatan para penumpang. Imbasnya penginapan di kawasan itupun ramai dipenuhi pengunjung.
Salah satu pengunjung penginapan, Ida Azlina, mengaku sudah tiga hari menginap karena penundaan kapal penyeberangan ke Pulau Bawean, sejak Senin (1/9/2025).
Ia yang merupakan warga Malasyia, hendak berkunjung ke sanak saudara Desa Sukalela, Pulau Bawean, bersama lima rombongan keluarga lainnya.
"Karena ada info cuaca kurang baik, akhirnya bertahan sampai hari ini. Sudah empat hari menginap disini," kata Ida yang menginap di penginapan Pulau Putri, Kamis (4/9/2025).
Ida mengaku, rencana pulang kampung bersama lima rombongan keluarga, atau sekitar 25 orang ini untuk bersilaturahmi kepada keluarga.
Selain itu, ia menyampaikan pulang ke kampung halaman ini juga untuk mengikuti kegiatan tahunan tradisi Maulid Nabi di kampung halaman.
"Selain silaturahmi kepada keluarga di Pulau Bawean, peringata Maulid Nabi yang dinantikan oleh keluarga. Semuanya ingin memperingati Maulid Nabi atau Molod istilah Bawean, secara bersama-sama," jelasnya.
Menurut dia, pulang ke kampung halaman ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dari rombongan lima keluarga ini, masing-masing ada yang berencana menetap 18 hari hingga satu bulan.
Semua keluarga ini sudah melakukan pemesanan tiket Pulang Pergi (PP). Ia mengungkap, baru kali ini merasakan penundaan kapal akibat cuaca buruk gelombang tinggi.
"Imbasnya kami harus menginap kembali mengeluarkan biaya logistik. Mulai dari penginapan, makan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya," tambah dia.
Sementara itu, salah seorang pengelola penginapan, Totok, menyebut imbas dari penundaan kapal itu membuat sejumlah kamar penginapan penuh.
Penundaan kapal penyeberangan ke Pulau Bawean itu terjadi sejak tanggal 2 September 2025.
Totok berharap ,ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu logistik bagi para calon penumpang yang tertahan dampak cuaca buruk menuju Pulau Bawean.
"Banyak yang menginap rombongan Malasyia, dan warga yang ingin merayakan Maulid Nabi di Pulau Bawean," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

