BGN Ungkap Alasan Ratusan SPPG di Indonesia Ditutup Sementara
Per akhir bulan Maret lalu setidaknya terdapat 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara di seluruh Indonesia, dari total 26.066 SPPG. Sedangkan per tanggal 12 April lalu di wilayah Pulau Jawa (wilayah II) terdapat 362 SPPG ditutup sementara dan 136 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur ( wilayah III) turut mengalami hal yang sama.
KOTA KEDIRI, SJP - Per akhir bulan Maret lalu setidaknya terdapat 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup sementara dari total 26.066 SPPG di seluruh Indonesia. Sedangkan per tanggal 12 April lalu di wilayah Pulau Jawa (wilayah II) terdapat 362 SPPG ditutup sementara dan 136 SPPG di wilayah Indonesia bagian timur (wilayah III) turut mengalami hal yang sama.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional dan Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya menegaskan penutupan SPPG bisa terjadi atas beberapa alasan.
"Suspend itu karena satu kejadian menonjol, mengakibatkan terjadinya kejadian menonjol terkait dengan makan MBG. Sehingga setelah dilihat ada SOP yang dilanggar. Maka untuk memberikan sanksi mengingatkan di-suspend," ungkapnya, Selasa (14/4/2026).
Sony menuturkan salah satu kejadian menonjol adalah saat SOP atau prosedur tidak dilakukan dengan benar.
"Sehingga makanan misalkan persiapannya terlalu dini sehingga menyebabkan makanan basi pada saat diterima oleh penderima manfaat. Nah ini kita ingatkan tidak boleh melanggar SOP makanya disuspend, supaya tidak terulang kembali kemudian meningkatkan kualitas," tambahnya.
Kemudian alasan lain yang bisa mengakibatkan SPPG di-suspend, menurut Sony, adalah terkait kelengkapan sarana prasarana.
"Yang kedua karena sarana-prasarananya belum sesuai dengan spesifikasi yang sesuai dengan persyaratan. Maka kemudian diberi kesempatan. untuk melakukan perbaikan, itu juga di-suspend," ungkapnya.
Untuk alasan tersebut, nantinya jika sarana dan prasarana telah dilengkapi SPPG masib bisa beroperasi kembali.
"Alhamdulillah sedikit tidak banyak. Satu, tambah satu, tambah satu kejadian. Dan setelah di-suspend juga ketika persyaratan atau sarana prasarana sudah diperbaiki, mereka operasional kembali," tambahnya.
Sony menegaskan jika kesalahan tersebut beberapa kali dilakukan maka, SPPG bisa saja ditutup permanen.
"Apabila beberapa kali kejadian seperti itu berulang, bisa ditutup total karena dianggap tidak mampu," tegasnya.
Sementara itu terkait motor listrik, Sony mengungkapkan kendaraan roda 2 itu nantinya akan dibagikan kepada SPPG di daerah-daerah untuk mendukung operasional.
"Sudah dijelaskan oleh Kepala BGN, itu untuk mendukung operasional SPPG. Disebarkan untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan operasional SPPG. Distribusi Masih di pusat (belum ke daerah)," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

