Batik Motif Pesadingan Jember Memikat di Ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026

Batik yang dikenakan merupakan batik Dekranasda Kabupaten Jember yang menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus representasi kearifan lokal yang terus dijaga dan dikembangkan.

22 Apr 2026 - 10:23
Batik Motif Pesadingan Jember Memikat di Ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026
Ning Ghyta Eka Puspita istri Bupati Jember Gus Muhamad Fawait saat kegiatan ajang anugerah puspa bangsa. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Istri Bupati Jember, Ning Ghyta Eka Puspita tampil memikat dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 yang diselenggarakan oleh Kompas TV. Busana yang dikenakannya memadukan warna merah muda dan marun, menghadirkan kesan elegan sekaligus mempertegas identitas budaya lokal yang sarat makna.

Batik yang dikenakan merupakan batik Dekranasda Kabupaten Jember yang menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus representasi kearifan lokal yang terus dijaga dan dikembangkan. 

Motif yang diangkat adalah motif Pesadingan, yang terinspirasi dari sejarah Kerajaan Sadeng di Kecamatan Puger.

Motif tersebut mencerminkan nilai kemakmuran masyarakat pada masa lampau, sekaligus menjadi pengingat akan potensi besar yang dimiliki Jember.

Ning Ghyta Eka Puspita menyampaikan bahwa pemilihan busana batik ini bukan sekadar estetika, melainkan bentuk nyata kecintaan terhadap warisan budaya daerah. 

Ia menegaskan pentingnya menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi, serta mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai batik sebagai bagian dari jati diri bangsa.

"Batik ini bukan hanya kain, tetapi juga cerita. Motif Pesadingan mengingatkan kita pada sejarah kejayaan dan kemakmuran masyarakat Jember di masa lalu. Harapannya, semangat tersebut dapat terus hidup dan menginspirasi langkah kita ke depan menuju Jember yang lebih maju dan sejahtera," katanya di sela-sela kegiatan.

Partisipasi dalam ajang nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan batik Jember kepada khalayak yang lebih luas. 

Kehadiran Ning Ghyta Eka Puspita dengan balutan batik khas daerah turut memperkuat citra Jember sebagai daerah yang kaya akan budaya dan memiliki komitmen dalam pelestarian warisan leluhur.

Melalui penampilan tersebut, tersirat pesan kuat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya sebagai fondasi identitas masyarakat. Semangat Jember Baru, Jember Maju digaungkan sebagai harapan bersama untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 menjadi ruang bagi perempuan-perempuan inspiratif untuk menunjukkan kontribusinya dalam berbagai bidang, sekaligus menjadi panggung bagi daerah untuk menampilkan keunggulan budaya masing-masing. 

Kehadiran batik Jember dalam acara ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu berdiri sejajar dan bersinar di tingkat nasional. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow