Banjir Besar Kembali Melanda Probolinggo, Warga Mengungsi dan Pondok Pesantren Terhenti

Dukacita mendalam untuk saudara-saudara kita di Kabupaten Probolinggo. Hujan deras sejak Rabu (21/1) sore mengakibatkan banjir besar yang meluas hingga ke 10 kecamatan. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 1,5 meter di beberapa titik permukiman.

22 Jan 2026 - 18:58
Banjir Besar Kembali Melanda Probolinggo, Warga Mengungsi dan Pondok Pesantren Terhenti
Jembatan Sidomulyo, Kota Anyar putus akibat banjir. Warga bangun jembatan sementara. (Foto: BPBD for SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur kembali dilanda banjir skala besar akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak sore hari pada Rabu (21/1/2026).

Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terendamnya permukiman dan fasilitas umum.

Cuaca ekstrem menyebabkan beberapa sungai meluap, sehingga air bah merendam kawasan pemukiman dengan ketinggian antara 1 hingga 1,5 meter.

Beberapa konten yang diunggah warga di media sosial menunjukkan kondisi kampung yang tergenang dan akses antarwilayah yang terputus akibat kerusakan pada jembatan penghubung.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengungkapkan, banjir melanda sebanyak 10 kecamatan, yaitu Pajarakan, Kraksaan, Krejengan, Besuk, Pakuniran, Paiton, Gading, Maron, Gending, dan Kotaanyar. Selain merendam rumah warga, bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada sarana prasarana.

“Jembatan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kotaanyar mengalami kerusakan parah hingga putus, sementara di Kecamatan Kraksaan terjadi longsor pada plengsengan,” jelas Oemar, Kamis (22/1/2026).

Tak hanya itu, sebuah pondok pesantren di Kraksaan beserta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terendam air. Aktivitas santri dan pengelolaan pondok pun harus dihentikan sementara demi menjaga keselamatan seluruh pihak.

Sebagian warga terdampak juga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sementara aktivitas masyarakat sehari-hari lumpuh total.

Upaya penyelamatan dan pemantauan kondisi terus dilakukan oleh aparat keamanan dan petugas terkait. Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa akan mengambil langkah tegas jika diperlukan penertiban bangunan di wilayah rawan banjir untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat prakiraan cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow