Nongkrong Asyik, Melintas Pelik: Pemkot Resmi Tertibkan Parkir di Tepi Jalan Tunjungan

Jalan Tunjungan makin ramai jadi tempat nongkrong, tapi justru bikin macet. Pemkot Surabaya akhirnya melarang parkir tepi jalan demi wisata yang lebih nyaman dan tertib.

17 Jul 2025 - 14:19
Nongkrong Asyik, Melintas Pelik: Pemkot Resmi Tertibkan  Parkir di Tepi Jalan Tunjungan
Sejumlah kendaraan terparkir di Jalan Tanjung Anom, Surabaya. Lokasi ini menjadi salah satu kantong parkir alternatif setelah parkir tepi Jalan Tunjungan resmi dilarang (Foto: Pemkto Surabaya for SJP)

SURABAYA , SJP - Siapa yang tidak tahu Jalan Tunjungan? Ruas jalan di pusat Kota Pahlawan yang kini menjelma jadi tempat nongkrong hits bagi arek-arek Suroboyo, lengkap dengan lampu temaram dan spot foto heritage membuatnya jadi lokasi favorit, tak terkecuali bagi para wisatawan.

Namun keindahan itu hanya bisa dinikmati mereka yang berhenti, karena bagi pengendara yang sekadar melintas, jalan itu bak mimpi buruk, terlebih saat malam hari. Bagaimana tidak? ekor kemacetan jalan Tunjungan terkadang sudah terlihat sejak tiga jalan penghubung seperti jalan Gemblongan, jalan Praban dan jalan Genteng Kali.

Salah satu biang kemacetan itu adalah keberadaan parkir liar di sepanjang tepi jalan. Sejak pertama kali dicanangkan sebagai Tunjungan Romansa pada tahun 2021, pengunjung yang membludak membuat parkir di pinggir jalan tidak terelakkan dan malah menjadi kebiasaan.

Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas terkait permasalahan yang sudah mengakar itu. Sejak 15 Juli 2025 lalu hingga akhir bulan Juli, Pemkot Surabaya resmi menguji coba larangan penggunaan tepi jalan umum (TJU) sebagai tempat parkir.

Tata Ulang Demi Wisata yang Nyaman

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan itu dilatarbelakangi keinginan untuk menjadikan Jalan Tunjungan lebih nyaman dinikmati wisatawan. Ia menyebut Jalan Tunjungan adalah wajah kota yang harus ditata agar tidak semrawut.

"Surabaya ini sudah menjadi kota yang nyaman untuk wisata cepat. Berarti agar bisa berjalan cepat, orang nyaman, ya harus saya tata," ucap Eri, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa parkir di tepi jalan membuat pemandangan Jalan Tunjungan tertutup kendaraan. Padahal, salah satu daya tarik kawasan tersebut adalah arsitektur kolonial dan ruang publik yang estetik.

"Jangan sampai orang itu ketika lewat Jalan Tunjungan tidak bisa menikmati. Karena satu crowded (macet) dan kedua kate ndelok (mau melihat) keindahan Tunjungan ketutupan kendaraan," jelasnya.

Eri juga menambahkan, jika suasana Jalan Tunjungan semakin nyaman, maka minat wisatawan akan meningkat. Dampaknya, pendapatan daerah juga ikut naik.

"Semakin nyaman orang yang datang ke tempat itu, trotoarnya digawe melaku (dibuat jalan) enak. Maka semakin banyak orang yang datang ke Surabaya," ujarnya.

"Semakin banyak orang datang ke Surabaya, PAD kita semakin meningkat. PAD kita semakin meningkat, sejahtera orang Surabaya karena sekolahnya gratis dan lain-lain gratis," tambahnya.

Penataan Jalan Melibatkan Banyak Instansi

Penertiban parkir itu juga berkaitan dengan kegiatan revitalisasi infrastruktur di sepanjang Jalan Tunjungan. Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyampaikan bahwa ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penataan kawasan.

"Ada OPD yang melakukan revitalisasi, ini ada pengerukan sedimen selokan, ada pengecatan juga yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya," kata Trio.

"Kemudian DLH (Dinas Lingkungan Hidup) melakukan perantingan, Dinas Perhubungan memperbaiki lampu PJU (penerangan jalan umum), serta menata kembali rambu yang ada," tambahnya.

Menurut Trio, semua upaya itu membutuhkan area steril, sehingga parkir di tepi jalan harus ditiadakan sementara hingga 31 Juli 2025.

Disediakan 5 Titik Parkir Alternatif

Agar tidak menjadi persoalan baru, Pemkot juga telah menyiapkan lima kantong parkir di sekitar kawasan Tunjungan sebagai alternatif. Pengunjung tetap bisa mengakses area tersebut dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan daring dari titik parkir, diantaranya:

  • UPTSA Siola
  • Tunjungan Electronic Center (TEC)
  • Ex Kantor BPN
  • Jalan Ketandan
  • Jalan Tanjung Anom (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow