Angka Pernikahan Dini di Kota Batu dalam Lima Tahun Terakhir Terus Menurun, Kini Tersisa 8 Kasus
Hal ini tercatat pada 2022 dan 2023, angka pernikahan dini turun menjadi 64 kasus per tahun, kemudian, pada 2024 kembali turun drastis ke angka 11 kasus. Tren ini terus berlanjut hingga lima bulan pertama 2025, di mana hanya ada 8 kasus yang tercatat.
KOTA BATU, SJP – Upaya menekan angka pernikahan dini di Kota Batu menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tren pernikahan dini terus mengalami penurunan tajam. Jika pada 2021 tercatat sebanyak 77 kasus, dan pada 2025 ini (periode Januari–Mei) jumlahnya hanya tersisa delapan kasus.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Batu Ahmad Jazuli pada Senin (23/6/2025) menyampaikan penurunan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari berbagai upaya strategis yang konsisten dilakukan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
Hal ini tercatat pada 2022 dan 2023, angka pernikahan dini turun menjadi 64 kasus per tahun, kemudian, pada 2024 kembali turun drastis ke angka 11 kasus. Tren ini terus berlanjut hingga lima bulan pertama 2025, di mana hanya ada 8 kasus yang tercatat.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja kolaboratif antarinstansi. Sosialisasi ke sekolah, pesantren, madrasah, hingga organisasi pemuda dilakukan secara intens. Selain itu, program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), kampanye pendidikan kesehatan reproduksi, serta penegasan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang batas usia minimal pernikahan, turut memperkuat kesadaran masyarakat,” urainya.
Terlebih menurutnya, kasus pernikahan dini tidak selalu karena kehamilan di luar nikah namun beberapa juga dipengaruhi oleh budaya atau tradisi masyarakat adat tertentu serta kekhawatiran orang tua. Tapi yang penting, kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin tumbuh.
Disinggung terkait 8 kasus 2025, 5 kasus di antaranya terjadi di Kecamatan Batu, kemudian 3 kasus di Kecamatan Bumiaji, dan 0 kasus di Kecamatan Junrejo. Bahkan secara umum, angka pernikahan di Kota Batu juga ikut menurun dimana hingga akhir Mei 2025, tercatat ada 489 pernikahan di seluruh wilayah Kota Batu. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 566 pernikahan.
“Meski capaian ini patut diapresiasi, berbagai pihak menegaskan pentingnya tetap waspada. Masih ada tantangan seperti kehamilan remaja, tekanan sosial, dan kurangnya akses informasi di pelosok dan perlunya penguatan pendidikan seksual dalam kurikulum sekolah serta perluasan jangkauan sosialisasi hingga ke desa-desa. Sehingga kolaborasi lintas sektor tetap penting, termasuk monitoring ketat dalam pengajuan dispensasi agar tidak disalahgunakan,” tutupnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

