Anak Muda Bondowoso Diakui Dunia, Penutupan JAYCA Jadi Panggung Lahirnya Agen Perubahan
Generasi muda Bondowoso menorehkan prestasi internasional melalui JAYCA dan penghargaan Duke of Edinburgh, menjadi simbol lahirnya agen perubahan di daerah.
BONDOWOSO, SJP – Suasana Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (25/4/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni penutupan, tetapi menjadi panggung kebanggaan bagi generasi muda Bondowoso yang berhasil menorehkan prestasi hingga level internasional.
Melalui program Jawa Timur Changemaker Academy (JAYCA), puluhan anak muda menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.
Momentum itu semakin istimewa dengan penyematan penghargaan internasional The Duke of Edinburgh (DOE), sebuah pengakuan global atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen para peserta dalam menjalani proses panjang sebagai agen perubahan. Tepuk tangan dan raut haru mengiringi momen tersebut, menandai capaian yang tidak datang secara instan.
Di balik pencapaian itu, tersimpan perjalanan penuh tantangan. Para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, mengasah empati, kepemimpinan, dan kemampuan mencari solusi atas persoalan sosial di sekitarnya. Proses itulah yang membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berdaya.
Bagi Bondowoso, capaian ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan simbol harapan. Di tengah berbagai keterbatasan daerah, muncul generasi muda yang berani melangkah, berpikir kritis, dan membawa semangat perubahan yang nyata.
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa program seperti JAYCA memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ruang-ruang pembelajaran seperti ini mampu melahirkan anak muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembentukan karakter. Mereka ditempa untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menilai penghargaan The Duke of Edinburgh yang disematkan kepada peserta menjadi bukti bahwa upaya anak-anak muda Bondowoso telah mendapat pengakuan dunia.
"Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan membawa nama daerah ke level yang lebih luas," harapnya.
Lebih jauh, As’ad berharap program seperti JAYCA dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak generasi muda. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap inisiatif kepemudaan menjadi kunci dalam menciptakan masa depan daerah yang lebih progresif.
"Perjalanan mereka tidak berhenti di sini. Justru, apa yang diraih hari ini menjadi titik awal untuk terus bergerak, memberi dampak, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

