28 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Sudah Berangkat, 38 Kursi Pesawat Tercatat Kosong
Dalam pelaksanaan pemberangkatan tercatat 38 kursi kosong atau open seat, dikarenakan sebanyak 8 jemaah harus dirawat di rumah sakit, 3 orang pendamping ikut tertunda, 6 jemaah menunda keberangkatan, 18 orang mengalami perpindahan kloter, serta 21 kursi kosong akibat alasan teknis atau praman kosong.
SURABAYA, SJP - Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga 30 April 2026 terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 12.140 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci atau setara 28 persen dari total rencana tahun ini.
Namun di tengah capaian tersebut, operasional juga mencatat adanya 38 kursi kosong dalam penerbangan yang disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan jemaah hingga kendala teknis.
Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M mencapai 44.080 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing ibadah dari KBIHU yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam membeberkan bahwa secara kumulatif, hingga 29 April 2026 sebanyak 11.003 jemaah telah diberangkatkan dalam 29 kloter.
"Untuk hari ini, tepatnya pada hari ke-10 operasional, terdapat tambahan 1.137 jemaah dari 5 kloter, sehingga total mencapai 12.140 jemaah dalam 32 kloter," ujar Anam, Kamis (30/4/2026)
Di sisi lain, dalam pelaksanaan pemberangkatan tercatat 38 kursi kosong atau open seat. Rinciannya, sebanyak 8 jemaah harus dirawat di rumah sakit, 3 orang pendamping ikut tertunda, 6 jemaah menunda keberangkatan, 18 orang mengalami perpindahan kloter, serta 21 kursi kosong akibat alasan teknis atau praman kosong.
"Jadi alasannya berbeda-beda, mayoritas karena ada alasan teknis dan juga perpindahan kloter," jelas Anam.
Kendati demikian, dari aspek ketepatan waktu penerbangan, Anam menegaskan bahwa seluruh kloter yang telah diberangkatkan menunjukkan performa optimal. Sebanyak 27 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa adanya keterlambatan maupun percepatan jadwal.
Dari total kloter yang sudah berangkat, komposisi jemaah didominasi perempuan dengan jumlah 6.430 orang, sementara jemaah laki-laki sebanyak 5.710 orang. Selain itu juga diinformasikan bahwa terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi.
Meski terdapat beragam dinamika yang terjadi dalam proses keberangkatan, Anam, memastikan seluruh proses pemberangkatan hingga hari ke-10 operasional berjalan optimal.
"Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Kami terus menjaga kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam operasional haji tahun ini. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan adanya beberapa jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan.
"Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan terbaik di embarkasi, sehingga dapat segera diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang," tambahnya.
Tercatat, terdapat 10 jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri atas 8 jemaah sakit, dengan satu di antaranya telah diberangkatkan serta 3 orang pendamping.
Ke depan, arus kedatangan jemaah masih akan terus berlangsung. Pada 1 Mei 2026, dijadwalkan sebanyak 1.900 jemaah dari 5 kloter akan tiba di asrama haji, yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Malang, Magetan, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

