Warga Desa Tanjung Kertosono Nganjuk Keluhkan Bau Limbah Menyengat Selama Dua Bulan
Keluhan ini disampaikan langsung oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat bersama sejumlah warga yang terdampak
NGANJUK, SJP – warga Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, ternyata sejak dua bulan terakhir mengeluhkan bau limbah menyengat yang telah mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat bersama sejumlah warga terdampak.
Ketua RT 20 RW 1 Desa Tanjung, Sopingi (53), mengungkapkan bahwa bau tak sedap itu mulai tercium sejak dua bulan lalu dan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir.
"Sudah dua bulan ini kami hirup bau seperti ini setiap hari," ujar Sopingi dengan nada prihatin saat ditemui di lokasi sidak PT Pentol Oye, Senin (29/9/2025).
Hal senada disampaikan Afnan, warga Desa Tanjung. Menurutnya, sumber bau diduga berasal dari Sungai Apur yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Kondisi ini dirasakan semakin mengganggu, terutama di musim kemarau.
"Harapan kami, kembali normal tidak berbau," keluh Afnan, salah satu warga yang rumahnya paling dekat dengan dugaan sumber bau.
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung, Ibnu Mubarok, yang turut mendampingi jajaran pemerintah desa saat sidak, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan langkah mediasi bersama DLH Nganjuk.
Kata Ibnu, permasalahan ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Menurutnya, musim kemarau membuat debit air berkurang, sehingga limbah yang dibuang ke Sungai Apur menimbulkan bau lebih menyengat.
"Awal bulan ini sudah dimediasi di Kantor Desa Tanjung, ditunggu beberapa minggu, tapi baunya masih menyengat," ucap Ibnu saat diwawancarai di lokasi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

