Tragis, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Surabaya

Saat kebakaran terjadi, kedua kakak beradik tersebut berada di dalam rumah. Dalam situasi mencekam, sang kakak, Aldery, mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri.

24 Jun 2026 - 08:42
Tragis, Bocah 4 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran Rumah di Surabaya
Ilustrasi kebakaran. (Tiwanda/SJP)

SURABAYA, SJP–Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan Petemon Timur, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Senin (22/6/2026) siang. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang bocah perempuan berusia 4 tahun bernama Kyaranissa Kamila Susetyo yang terjebak di dalam rumah. Sementara itu, sang kakak, Aldery Ahmad Susetyo (11), berhasil menyelamatkan diri.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Api dengan cepat membesar, terutama di lantai dua bangunan rumah.

Saat kebakaran terjadi, kedua kakak beradik tersebut berada di dalam rumah. Dalam situasi mencekam, sang kakak, Aldery, mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri. 

Ia memecahkan kaca jendela lantai dua lalu melompat keluar. Akibat aksi nekatnya ini, Aldery berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Sayangnya, sang adik, Kyaranissa, tidak sempat menyelamatkan diri dan terjebak di dalam kobaran api. Petugas pemadam kebakaran menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia setelah api berhasil dipadamkan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya langsung mengerahkan 10 unit armada pemadam ke lokasi begitu menerima laporan warga.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa petugas sempat mengalami kendala saat menuju lokasi kejadian. Akses jalan menuju rumah korban sangat sempit, sehingga menyulitkan ruang gerak mobil pemadam. Di sisi lain, api di lantai dua sudah terlanjur membesar saat petugas tiba.

"Untuk korban ada dua orang anak kakak beradik. Sang kakak berhasil keluar dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar," ujar Rini pada Selasa (23/6/2026).

Di tengah masyarakat, beredar kabar burung bahwa kebakaran ini dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyambar benda mudah terbakar. Namun, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak langsung berspekulasi.

Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, menegaskan bahwa dugaan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan resmi karena proses penyelidikan masih berjalan.

"Itu hanya informasi awal dari warga (katanya saja), tidak bisa dijadikan patokan. Kami masih menyelidiki untuk memastikan penyebab pastinya," jelas Kompol Muljono, Selasa (23/6/2026).

Untuk menemukan titik awal api dan penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian akan menurunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Tim Labfor Polda akan melakukan olah TKP sebagai tim ahli dalam kasus kebakaran ini," pungkasnya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow