Tolak Bendera Bajak Laut, Warga Ngawi Bentangkan Merah Putih 500 Meter Sepanjang Jalan Desa
Warga Ngawi tolak simbol asing, bentangkan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter sebagai bentuk nasionalisme dan semangat menyambut kemerdekaan RI ke‑80.
NGAWI, SJP – Di tengah gempuran budaya asing yang kerap menyusup lewat layar kaca dan media sosial, warga Desa Krandegan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, memilih untuk berdiri tegak. Bukan dengan teriakan atau unjuk rasa, tapi lewat aksi nyata: membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 500 meter di jalan utama desa, sebagai simbol perlawanan terhadap simbol asing yang dianggap tak mewakili semangat kemerdekaan.
Dua hamparan kain merah putih raksasa membentang megah — 150 meter di satu sisi, 350 meter di sisi lain. Warnanya menyala di tengah hijaunya pedesaan, menyiratkan pesan kuat: hanya satu bendera yang layak berkibar di bumi pertiwi.
“Kami ingin menegaskan bahwa warga Krandegan adalah orang-orang nasionalis, tidak mudah dipengaruhi oleh simbol-simbol yang bisa mengaburkan makna kemerdekaan,” tegas Kepala Desa Krandegan, Tri Mulyono, saat ditemui Senin (4/8/2025).
Pernyataan ini merujuk pada maraknya simbol budaya luar — termasuk bendera bajak laut Jolly Roger dari anime One Piece — yang sempat terlihat di sejumlah kegiatan nonresmi anak muda di wilayah lain. Warga Krandegan memilih sikap: bukan melarang hiburan, tapi meluruskan kembali prioritas makna kemerdekaan.
Persiapan bentangan bendera raksasa ini sudah dimulai sejak awal Juli. Warga dari RT hingga Karang Taruna bergotong-royong menyiapkan tiang, tali, bahkan sistem pengamanan ringan agar kain tak rusak saat hujan. Kini, dekorasi kemerdekaan sudah menghiasi setiap sudut desa dan akan terus bertahan sepanjang bulan Agustus, dalam rangka menyambut HUT ke‑80 Republik Indonesia.
“Kami ingin semangat ini menular ke semua lapisan masyarakat. Merdeka bukan sekadar seremoni, tapi wujud kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan bangsa,” lanjut Tri Mulyono dengan mata berbinar.
Aksi ini tak hanya menjadi simbol, tapi juga pengingat bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dalam bentuk sederhana namun bermakna dalam — tanpa hingar bingar, tanpa panggung besar, cukup dengan satu warna: Merah Putih yang tak pernah luntur. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

