Sering Merasa Rumah Semrawut? Bisa Jadi Bukan karena Sempit, tapi Desain yang Terlalu Kaku

Sering merasa rumah semrawut meski rutin dirapikan? Temukan rahasia pentingnya desain interior fleksibel dan ruang multifungsi ala IKEA Indonesia di sini

28 Apr 2026 - 11:08
Sering Merasa Rumah Semrawut? Bisa Jadi Bukan karena Sempit, tapi Desain yang Terlalu Kaku
Satu ruang, banyak peran. (Foto Ilustrasi: IKEA Indonesia)

SUARAJATIMPOST.COM - Pernahkah Anda merasa rumah tiba-tiba terasa penuh dan berantakan? Misalnya, meja makan yang awalnya lapang mendadak sesak oleh laptop kerja, buku pelajaran anak, hingga piring camilan dalam satu waktu bersamaan.

Menariknya, masalah ini sering kali bukan disebabkan oleh ukuran rumah yang terbatas, melainkan karena cara kita menggunakan rumah telah berubah.

Saat ini, batas antara area bekerja, bersantai, dan bersantap semakin bias. Satu ruangan sering dituntut untuk bisa menjalankan berbagai fungsi sekaligus.

Mengamati fenomena gaya hidup modern ini, IKEA Indonesia menemukan wawasan menarik: desain interior yang terlalu spesifik pada satu fungsi justru sering kali gagal mengikuti ritme dinamis kehidupan sehari-hari.

"Yang kami lihat bukan sekadar ruang berubah fungsi, tapi beberapa kebutuhan hadir dalam waktu yang sama. Di situ, desain tidak lagi cukup hanya untuk satu hal saja, tapi harus bisa menampung perubahan tanpa harus repot karena banyak penyesuaian," jelas Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, saat berbicara dalam forum arsitektur ARCH:ID 2026.

Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia

Kondisi "semrawut" biasanya muncul di rumah yang memiliki pembagian zona yang terlalu kaku. Area duduk yang ditata terlampau spesifik bisa langsung kehilangan alur estetikanya ketika penghuni menggeser posisi untuk bekerja atau melakukan hobi.

Hal serupa juga terlihat di ruang publik. Tempat duduk yang awalnya hanya ditujukan untuk transit, perlahan berubah fungsi menjadi area berkumpul santai ketika orang harus menunggu lebih lama. Ruang tersebut dipaksa menampung kebutuhan baru tanpa kehilangan fungsi aslinya.

Bagi IKEA, rumah sejatinya adalah sebuah sistem yang terus hidup dan beradaptasi. Kebutuhan penghuni di pagi hari tentu sangat berbeda dengan malam hari. Begitu pula ritme kesibukan di hari kerja yang akan berubah drastis saat akhir pekan tiba. Satu ruangan idealnya harus mampu mengikuti berbagai perubahan tersebut tanpa mengharuskan penghuninya mengatur ulang tata letak setiap saat.

Fleksibilitas adalah Kunci Kenyamanan

Pada akhirnya, ruang akan selalu berubah mengikuti siapa yang menggunakannya.
"Desain bukan tentang membuat ruang selalu terlihat rapi atau sempurna, tidak peduli apa pun aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Yang lebih penting adalah bagaimana ruang itu tetap bisa digunakan, bahkan ketika dipakai dengan cara yang berbeda setiap hari," tambah Torik.

Dari pada memaksakan diri untuk terus-menerus merapikan ruangan agar kembali ke "fungsi aslinya", memiliki tata ruang dan perabot yang fleksibel adalah solusi yang lebih cerdas. Sejalan dengan visinya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik, desain yang baik harus siap mengakomodasi perubahan gaya hidup penghuninya, tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsi dasarnya. (**)

Editor: DanuĀ 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow