Sektor Pertanian Butuh Regenerasi, Petani Muda Wonosari Perluas Lahan Melon Metode Hidroponik

Dari hasil tanam melon di greenhouse dengan luas lahan total sekita 600 m2 dengan total 1800 tanaman jutaan rupiah sudah ia rasakan. Hal ini ia anggap sebagai rezeki, namun Yunus berkeinginan menggerakkan petani muda di lingkungannya yang jelas bakal serius menangani jenis tanaman merambat dan produktif ini.

12 Oct 2023 - 07:15
Sektor Pertanian Butuh Regenerasi, Petani Muda Wonosari Perluas Lahan Melon Metode Hidroponik
Tanaman Melon metode hidroponik milik petani muda asal Wonosari Kabupaten Malang (doc Hafid/SJP)

Kabupaten Malang, SJP — Petani muda dari Desa Kebobang Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang bernama Yunus tak menyerah menambah luas sektor pertanian sistem modern.

Meski berada di ketinggian kurang lebih 800 Mdpl tak menyurutkan usaha petani muda bernama Yunus Tinus Hartanto (24), namun tak lupa ia juga membangun unit dan ruang tanam tambahan untuk edukasi bagi petani muda.

Kali ini Yunus bergerilya untuk mengembangkan budidaya melon metode greenhouse yang ia mulai sejak 2 tahun silam dan mengajak para pemuda untuk belajar menanam melon.

"Ada beberapa pemuda yang mau ikut untuk belajar menanam melon di sini," kata Yunus kepada suarajatimpost.com, Rabu (11/10/2023).

Dari usaha yang ia rintis sejak tahun 2021 hingga hari ini bersama ayahnya, ia mengaku sudah mendapatkan banyak keuntungan.

Dari hasil tanam melon di greenhouse dengan luas lahan total sekita 600 m2 dengan total 1800 tanaman jutaan rupiah sudah ia rasakan.

Hal ini ia anggap sebagai rezeki, namun Yunus berkeinginan menggerakkan petani muda di lingkungannya yang jelas bakal serius menangani jenis tanaman merambat dan produktif ini.

Berbagai varietas mulai dari melon madu (honey globe), Rangipo, Golden aroma sesuai periodenya ia tanam.

Pria yang genap berusia 25 tahun bulan lalu ini mangaku, jika dalam 1 tahun menghasilkan 8 kali panen dengan metode 8 periode tanam dengan berat 250 Kg sekali panen.

Pria yang hanya tamatan SMK tak membuatnya menyerah untuk menekuni bidang pertanian jenis buah tersebut, juga mengakui masih ada beberapa kendala dalam penanaman dan pendistribusian terkait kurangnya lahan yang berakibat kurangnya produktifitas hasil panen dan lahan edukasi.

Untuk itu ia sudah menambahkan perluasan greenhouse sekira 8x6 meter dengan maksimal tanam 150 bibit.

"Sebenarnya pasar masih terbuka lebar, cuman kapasitas produksi belum bisa memenuhi, kami juga tambahkan tempat gak terlalu luas namun cukup untuk edukasi petani muda serta menambah produktifitas," tukasnya.

Meski ada beberapa kendala cuaca juga menjadi sebab turunnya produktifitas panen ia mengaku di cuaca kering produktifitas justru membaik.

"Di sini cuaca, kelembapan yang berpotensi kena serangan jamur, namun karena sekarang kemarau malah justru baik untuk tanaman jenis ini," ucapnya.

Dalam upayanya regenerasi, ia mengatakan, jangan pernah malu untuk menjadi petani, khususnya wilayah Kabupaten Malang yang sangat berpotensi membuka lahan besar sektor pertanian.

"Untuk semua petani, khususnya untuk petani muda jangan malu untuk selalu berkreasi khususnya di sektor pertanian," pungkasnya. (*)

Editor: Queen Ve 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow