Ribuan Jemaah Padati Pengajian Gus Kautsar dalam Rangka Hari Jadi Nganjuk ke-1089
Meski hujan sempat mengguyur dengan intensitas cukup deras, hal tersebut tidak menyurutkan niat para jemaah untuk tetap bertahan di lokasi.
NGANJUK, SJP — Semangat religiusitas masyarakat Kabupaten Nganjuk terpancar nyata dalam gelaran pengajian akbar memperingati Hari Jadi Nganjuk ke-1089. Kehadiran ulama muda karismatik asal Ploso, Kediri, KH Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar, menjadi magnet utama yang memadati lokasi acara meskipun cuaca kurang bersahabat, Selasa (28/04/2026).
Sejak sore hari, ribuan jemaah dari berbagai penjuru wilayah telah memadati area panggung utama. Meski hujan sempat mengguyur dengan intensitas cukup deras, hal tersebut tidak menyurutkan niat para jemaah untuk tetap bertahan di lokasi.
Dengan menggunakan payung dan alas seadanya, mereka tetap khusyuk mengikuti rangkaian acara demi mendengarkan tausiah dari putra KH Nurul Huda Djazuli tersebut.
Suasana semakin khidmat saat Gus Kautsar tiba di lokasi. Mengenakan kemeja biru yang santai namun bersahaja, beliau langsung disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Nganjuk yang telah menunggu di bawah panggung.
Dalam tausiahnya, Gus Kautsar menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dalam membangun daerah, serta rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Nganjuk yang kini telah mencapai satu milenium lebih.
"Hujan ini adalah berkah. Sama halnya dengan rasa cinta panjenengan semua kepada ilmu dan ulama, semoga menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT untuk Kabupaten Nganjuk," ujar Gus Kautsar di sela-sela ceramahnya yang disambut seruan "Aamiin" oleh ribuan jemaah.
Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Gunawan Widagdo, menyatakan rasa haru dan bangga atas keteguhan hati para jemaah.
Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan acara ini.
"Kami sangat mengapresiasi semangat para jemaah. Meskipun diguyur hujan deras, semangat untuk mengaji bersama Gus Kautsar sama sekali tidak luntur. Ini membuktikan kecintaan masyarakat Nganjuk terhadap ilmu dan ulama sangat luar biasa," ujar Gunawan Widagdo yang juga menjabat sebagai Kepala Disporabudpar, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa persiapan matang telah dilakukan oleh panitia bersama jajaran Banser dan pihak keamanan untuk memastikan acara tetap berjalan kondusif meski dalam kondisi cuaca yang menantang.
Informasi yang dihimpun di lapangan, Gus Kautsar hadir dengan gaya bicaranya yang lugas dan penuh makna, serta memberikan apresiasi serupa kepada jemaah yang tetap setia menantinya.
Dalam tausiahnya, Gus Kautsar menyampaikan pesan-pesan sejuk mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta ketaatan kepada orang tua dan guru sebagai kunci keberkahan hidup.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini berjalan khidmat. Suara lantunan selawat yang bergema di tengah rintik hujan menciptakan suasana spiritual yang mendalam, sekaligus menjadi kado religius bagi Kabupaten Nganjuk yang kini genap berusia 1089 tahun. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

