Realisasi Retribusi Pasar Induk Among Tani Baru 27 Persen di Semester I 2025

Kepala Diskoperindag Kota Batu Aries Setiawan membeberkan beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya seperti kios dan los yang belum beroperasi, sementara sebagian yang sudah buka belum tertib dalam menyetorkan retribusi harian atau bulanan serta masalah retribusi parkir yang diduga mengalami kebocoran karena masih banyak pengunjung pasar yang tidak membayar parkir karena menerobos pintu keluar.

07 Jul 2025 - 18:59
Realisasi Retribusi Pasar Induk Among Tani Baru 27 Persen di Semester I 2025
Kondisi Gate Parkir Pasar Among Tani Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Capaian retribusi Pasar Induk Among Tani Kota Batu pada semester pertama tahun 2025 masih jauh dari harapan. Hingga akhir Juni, realisasi retribusi baru mencapai Rp2,75 miliar atau sekitar 27 persen dari target tahunan sebesar Rp10 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Aries Setiawan pada Senin (7/7/2025) membenarkan rendahnya capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meski ada pergerakan, pencapaian retribusi masih belum menunjukkan tren signifikan untuk mengejar target hingga akhir tahun.

“Memang hingga semester pertama ini capaian retribusi pasar induk masih cukup rendah. Kami baru mengantongi Rp2,75 miliar dari target Rp10 miliar. Ini jadi evaluasi kami karena waktunya tinggal enam bulan lagi,” ujarnya.

Menurut Aries, retribusi pasar induk terdiri dari dua komponen utama, yakni retribusi kios, los, dan pelataran serta retribusi parkir. Dari target Rp4 miliar untuk kios dan pelataran, realisasinya baru menyentuh Rp1,06 miliar. Sedangkan dari target retribusi parkir sebesar Rp6 miliar, baru tercapai Rp1,69 miliar.

Ia membeberkan beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya seperti kios dan los yang belum beroperasi, sementara sebagian yang sudah buka belum tertib dalam menyetorkan retribusi harian, atau bulanan serta masalah retribusi parkir yang diduga mengalami kebocoran karena masih banyak pengunjung pasar yang tidak membayar parkir karena menerobos pintu keluar.

“Ini tentu berdampak langsung pada pemasukan. Oleh karena itu, kami sudah mendorong UPT untuk segera melakukan perbaikan sistem smart gate parking agar kebocoran bisa ditekan,” tegasnya.

Meskipun secara persentase capaian masih rendah, Aries berharap ada peningkatan signifikan pada semester kedua. Ia meminta seluruh pengelola pasar dan pedagang untuk lebih disiplin, sembari pihaknya melakukan pembenahan menyeluruh baik dari sisi operasional maupun pengawasan.

“Kami memang realistis, tetapi tetap optimis. Dengan kerja sama semua pihak, masih ada peluang untuk mendongkrak retribusi dalam enam bulan ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow