Ratusan Juta Uang Nasabah Bank Jombang Diduga Raib

Uang tabungan senilai Rp 200 juta mendadak hanya tersisa Rp 22 juta. Pihak Bank Jombang masih bungkam.

05 Mar 2025 - 22:01
Ratusan Juta Uang Nasabah Bank Jombang Diduga Raib
Kantor Bank Jombang tempat dimana uang tabungan nasabah diduga raib. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP - Nasabah bank berinisial AA (20) warga Perumahan Asta Pada Gang 2, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang memberi pengakuan mengejutkan. Uang senilai ratusan juta yang Ia tabungkan di Bank Jombang tiba-tiba raib hanya menyisakan puluhan juta rupiah. 

Raibnya uang tabungan tersebut diketahui oleh istri AA, yakni Siti Maghfiroh (36) saat hendak melakukan penarikan uang di kantor PT BPR Bank Jombang Jalan Presiden, KH Abdurrahman Wahid No 153 - 155, Kabupaten Jombang. 

Menurut Siti Maghfiroh, penarikan uang tidak dapat dilakukan kecuali orang yang bersangkutan. Uang tabungan senilai Rp 200 juta telah Ia setorkan bersama AA pada tahun 2022 itu saat di cek oleh pihak Bank hanya tersisa Rp 22 juta. 

"Saya kaget sekali ketika tahu uang saya tinggal Rp 22 juta. Padahal, saya menabung Rp 200 juta," ucap Siti Maghfiroh kepada wartawan, Rabu (5/3/2025). 

Setelah Ia tanya lebih lanjut ke mana uangnya, pihak bank mengatakan dipindahkan ke deposito. Padahal, dirinya bersama suami merasa tidak pernah mengisi formulir atau memberi persetujuan untuk deposito. 

"Padahal, saya tidak pernah mengisi formulir atau memberikan izin untuk pemindahan tersebut," ungkapnya. 

Siti juga mengungkapkan bahwa ia dan suami memiliki pinjaman di Bank Jombang dan meminta pihak bank untuk mengurusi sertifikat rumah di Lamongan. Biaya pengurusan sertifikat pun sudah Ia lunasi. 

Namun, setelah beberapa tahun sertifikat tidak kunjung selesai. Pihak bank kemudian menyarankan untuk mengganti notaris, dengan janji sertifikat akan selesai dalam waktu 1-3 bulan dengan jaminan uang. 

Suami kemudian memberikan uang Rp 200 juta sebagai jaminan, dengan harapan dapat melunasi hutang mereka setelah sertifikat jadi. Namun, notaris yang ditunjuk kemudian menginformasikan bahwa sertifikat tidak dapat diselesaikan dan uang tabungan Rp 200 juta bisa diambil. 

Ketika suaminya hendak mengambil kembali uang jaminan tersebut, ia mengalami kesulitan. Siti pun mengalami hal yang sama ketika mencoba mengambil uang tersebut.

"Saya sudah mencoba berbicara dengan pihak Bank Jombang, tapi tidak pernah ditemui, saya juga sudah menunjukkan slip setoran sebagai bukti," ungkap Siti.

Siti merasa bingung dan kecewa dengan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa uang yang disetorkannya adalah tabungan, bukan untuk pembayaran kredit. Ia menduga bahwa uang tabungannya telah dialihkan ke deposito tanpa seizinnya. 

Terpisah, upaya konfirmasi jurnalis ke kantor pusat PT BPR Bank Jombang Jalan Presiden, KH Abdurrahman Wahid No 153 - 155, Kabupaten Jombang pada Rabu (5/3/2025) sekira pukul 09.30 WIB belum membuahkan hasil. 

Kedatangan jurnalis diterima langsung oleh sekuriti Bank Jombang dan ditanya maksud kedatangan. Secara terang jurnalis sampaikan hendak konfirmasi terkait dugaan uang nasabah Bank Jombang hilang. 

Security langsung memberikan nomor antrian dan menjumpai bagian Customer Service (CS). Saat berjumpa CS bernama Gesti ditanya maksud kedatangan. 

Sama seperti sebelumnya, jurnalis menyampaikan maksud untuk konfirmasi terkait dugaan uang tabungan nasabah raib. Kemudian CS mengarahkan untuk bisa menanyakan langsung kepada bagian SDM Bank Jombang. 

Jurnalis dipersilahkan menunggu di ruang tunggu antrian nasabah Bank Jombang, sembari CS mengkonfirmasi kepada bagian SDM. Setelah kurang lebih menunggu 1 jam, jurnalis tidak mendapat respon dan akhirnya minta undur diri sembari meninggalkan nomor kontak dan meminta kontak bagian SDM Bank Jombang. 

Upaya menghubungi lewat pesan tidak membuahkan hasil dan justru di alihkan ke tanya jawab AI. Sampai akhirnya mendapat nomor diduga milik Direktur Utama Bank Jombang Afandi Nugroho di nomor +62 857-3057-xxxx tapi tidak mendapat respon. 

Sampai berita ini dinaikkan, jajaran direksi dan manajemen Bank Jombang belum memberikan jawaban atas dugaan raibnya uang nasabah. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow