Pemkab Lumajang Dapat Hibah Alat Pemantau Cuaca dari Pemerintah Swiss
Pemkab Lumajang menerima hibah peralatan pemantau cuaca AWS dan ARG dari Pemerintah Swiss melalui BNPB. Alat ini dipasang di sejumlah titik sekitar Gunung Semeru untuk memperkuat sistem peringatan dini banjir lahar hujan.
LUMAJANG, SJP – Upaya mitigasi bencana di sekitar Gunung Semeru mendapat dukungan baru. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, resmi menerima hibah peralatan pemantau cuaca dari Pemerintah Swiss melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Peralatan yang diberikan berupa automatic weather station (AWS) dan automatic rain gauge (ARG). Fungsinya untuk memantau kondisi cuaca dan curah hujan di kawasan Semeru, sekaligus memperkuat sistem peringatan dini bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir lahar hujan.
Sejumlah unit AWS dan ARG sudah dipasang di beberapa lokasi strategis oleh tim gabungan yang terdiri dari PVMBG Bandung, BMKG Juanda, BNPB, BPBD Lumajang, serta perwakilan Kedutaan Besar Swiss.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Rohmat Setiawan, menyebutkan ada empat unit ARG dan satu unit AWS yang kini beroperasi.
“Dua unit ARG dipasang di Besukbang dan Tawon Songo, satu unit di pos pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, dan satu lagi ditempatkan di Ranu Kumbolo, jalur pendakian Semeru. Sementara itu, satu AWS berada di Argosuko, Malang,” kata Rohmat, Jumat (12/9/2025).
Menurut Rohmat, AWS memiliki kemampuan lebih lengkap dibanding ARG. Alat ini mampu merekam berbagai data cuaca, mulai dari curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan serta arah angin, tekanan udara, hingga radiasi matahari. Seluruh data tersebut terhubung langsung ke pusat data BPBD Lumajang untuk mempercepat analisis potensi bencana.
“Dengan kondisi geografis Lumajang yang berada di lereng Semeru, risiko banjir lahar dingin sangat tinggi. Keberadaan alat ini penting untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, data yang terekam akan menjadi dasar langkah mitigasi. Termasuk pengambilan keputusan cepat seperti evakuasi warga ketika aktivitas Semeru meningkat.
“Alat-alat ini diharapkan mampu memperkuat sistem peringatan dini agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana,” pungkas Rohmat. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

