Puluhan Skater dari Berbagai Kota Ramaikan Go Skateboarding Day di Tulungagung, Soroti Minimnya Fasilitas Latihan
Komunitas skateboard berharap pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas khusus yang lebih representatif dan aman untuk digunakan berlatih maupun menggelar kegiatan komunitas.
TULUNGAGUNG, SJP - Puluhan penggemar skateboard dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Alun-Alun Tulungagung. Mereka datang untuk memperingati Go Skateboarding Day atau Hari Skateboard Sedunia yang secara internasional diperingati setiap 21 Juni.
Tak hanya dari Tulungagung, peserta yang hadir juga berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madiun, Trenggalek, Kediri, hingga sejumlah kota lain di Jawa Timur. Suasana alun-alun pun tampak semarak dengan aksi-aksi para skater yang saling menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas papan luncur.
Salah satu panitia kegiatan, Irfan Abror Naim, mengatakan, peringatan Hari Skateboard Sedunia merupakan agenda tahunan yang selalu dirayakan oleh komunitas skateboard di berbagai negara. Namun untuk tahun ini, pelaksanaan di Tulungagung sengaja digelar pada 24 Juni agar lebih banyak skater dari luar daerah dapat ikut berpartisipasi.
“Ini sebenarnya perayaan ulang tahun skateboard yang diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 21 Juni. Tapi di Tulungagung kami mengadakan pada 24 Juni supaya teman-teman dari luar kota bisa datang dan ikut meramaikan,” ujar Irfan.
Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Sejumlah komunitas skateboard dari berbagai kota di Jawa Timur hadir untuk mempererat silaturahmi sekaligus merayakan momentum tahunan tersebut.
“Yang datang ada dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Trenggalek, Madiun, Kediri, dan banyak kota lainnya di Jawa Timur,” tambahnya.
Mengusung tema Go Skateboarding Day Tulungagung, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan menarik untuk para peserta. Di antaranya adalah game of skate, best trick, mural grafity dan finger board yang menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus sarana berbagi pengalaman antar skater.
Melalui berbagai perlombaan tersebut, para peserta tidak hanya bersaing menunjukkan trik terbaik, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar komunitas skateboard yang selama ini tersebar di berbagai daerah.
“Eventnya ada Game of Skate dan Best Trick. Tujuannya supaya teman-teman bisa berkumpul, saling berbagi pengalaman, dan semakin semangat untuk berkembang,” kata Irfan.
Ia menilai perkembangan komunitas skateboard di Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Jumlah penggemar olahraga ekstrem ini terus bertambah, terutama dari kalangan remaja.
“Kalau perkembangan skater di Tulungagung alhamdulillah lumayan banyak. Setiap tahun ada saja teman-teman baru yang mulai belajar skateboard,” ungkapnya.
Momentum peringatan Hari Skateboard Sedunia ini juga diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para skater untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Selain itu, kegiatan semacam ini diyakini mampu melahirkan talenta-talenta baru yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah.
“Harapannya semoga skater-skater di berbagai daerah bisa semakin berkembang dan semuanya tetap semangat untuk bermain skateboard,” ujarnya.
Meski perkembangan komunitas cukup pesat, para skater mengaku masih menghadapi kendala terkait fasilitas latihan. Saat ini Tulungagung memiliki skate park di kawasan Taman Kali Ngrowo. Namun fasilitas tersebut dinilai kurang sesuai untuk digunakan berlatih karena desain rintangannya terlalu ekstrem, terutama bagi pemula.
“Skate park sebenarnya ada, tapi banyak yang rusak. Yang di kawasan Kali Ngrowo itu menurut kami kurang cocok untuk bermain karena obstacle atau rintangannya terlalu ekstrem,” jelas Irfan.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar skater lebih memilih berlatih di Alun-Alun Tulungagung. Area tersebut dinilai memiliki kontur dan rintangan yang lebih landai sehingga lebih aman digunakan oleh pemula maupun skater yang sedang berlatih dasar.
“Kalau di alun-alun ini rintangannya lebih rendah dan landai, jadi lebih enak untuk belajar. Teman-teman akhirnya banyak yang memilih main di sini,” katanya.
Namun penggunaan area alun-alun sebagai lokasi latihan juga memiliki tantangan tersendiri. Para skater kerap harus berbagi ruang dengan pengunjung lain yang sedang beraktivitas, termasuk anak-anak yang bermain di sekitar lintasan skateboard.
Karena itu, komunitas skateboard berharap pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas khusus yang lebih representatif dan aman untuk digunakan berlatih maupun menggelar kegiatan komunitas.
“Kami berharap ada lokasi khusus untuk skateboard. Kalau di alun-alun sering bersinggungan dengan pengunjung lain, terutama anak-anak yang bermain di area lintasan. Jadi akan lebih aman kalau ada tempat khusus untuk teman-teman skater,” pungkas Irfan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

