Mahasiswa Blitar Turun Jalan, Tuntut Pemerintah Evaluasi Program Strategis Nasional
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sejumlah program strategis nasional yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.
BLITAR, SJP - Sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (25/6/2026), untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pelaksanaan program strategis nasional.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Aksi diawali dengan long march dari kawasan Simpang Empat Kanigoro menuju kompleks DPRD Kabupaten Blitar. Setibanya di lokasi, massa aksi langsung menggelar mimbar bebas dan menyampaikan berbagai kritik melalui orasi secara bergantian.
Mahasiswa menilai sejumlah program yang selama ini digulirkan pemerintah pusat perlu ditinjau kembali agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Berbagai tuntutan juga dituangkan dalam poster dan spanduk yang dibawa peserta aksi.
Ketegangan sempat terjadi ketika massa menyalakan api dari ban bekas di depan gerbang DPRD. Upaya petugas untuk mengendalikan situasi memicu adu argumen antara mahasiswa dan aparat yang berjaga di lokasi.
Salah satu peserta aksi, Wisnu Eka, mengaku sempat mengalami tindakan fisik saat insiden tersebut berlangsung. Menurutnya, mahasiswa hanya berupaya mempertahankan simbol aksi yang mereka lakukan.
"Iya tadi saya sempat ditarik ke dalam, di situ saya sempat dipiting. Terus mereka bilang juga kami bermain peran saja. Disitu saya bingung, karena kami mahasiswa bergerak murni untuk aspirasi masyarakat," ujar Wisnu, Kamis (25/6/2026).
Ia menegaskan kehadiran mahasiswa di DPRD bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan menyampaikan keresahan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai perlu diperbaiki.
"Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi saja. Tidak ada ancaman dan sebenarnya kami lakukan aksi damai dengan bakar ban sebagai simbol api semangat kami, tapi dicoba dipadamkan makanya tadi sempat saya rebut," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Blitar AKBP Rivanda memastikan tidak ada tindakan penangkapan terhadap mahasiswa selama demonstrasi berlangsung. Ia menjelaskan petugas hanya berusaha mengantisipasi risiko keselamatan akibat api yang menyala di tengah kerumunan massa.
"Bukan ditangkap, dipinggirkan jangan sampai yang bersangkutan kena api itu. Tadi itu kami bantu, kami kasih minum dan pinggirkan sambil menunggu pemadaman api dari ban tadi. Tidak sampai masuk, hanya dekat pagar saja," terang Rivanda.
Selanjutnya, pimpinan DPRD Kabupaten Blitar akhirnya keluar gedung dan menemui massa aksi tepat didepan gerbang depan kantor DPRD dan duduk bersama melakukan dialog dengan sejumlah mahasiswa.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi menyatakan pihaknya menghormati penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa dan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
"Meskipun ini bukan kewenangan kami tapi kami tetap akan fasilitasi dengan menerima aspirasi mahasiswa ini. Tuntutannya berupa program strategis nasional yang dirasa kurang dan perlu dievaluasi," ujarnya.
Supriadi menambahkan, DPRD Kabupaten Blitar akan membuka ruang komunikasi bagi masyarakat maupun mahasiswa yang ingin menyampaikan masukan terkait kebijakan publik.
"Sejauh ini pengawasan kami belum ada gejolak tentang program nasional ini di Kabupaten Blitar. Tapi tentunya kami ini sebagai perwakilan rakyat siap menerima aspirasi dan siap kalau ada aksi kembali," tandasnya.
Setelah menyampaikan tuntutan dan berdialog dengan DPRD, massa aksi membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Mahasiswa berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah dalam mengevaluasi pelaksanaan program strategis nasional di berbagai daerah. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

