Makna dan Tata Cara Kurban di Hari Raya Iduladha

Iduladha adalah momen ibadah kurban sebagai wujud ketaatan kepada Allah, dengan penyembelihan hewan sesuai syariat dan pembagian daging kepada yang berhak.

06 Jun 2025 - 14:02
Makna dan Tata Cara Kurban di Hari Raya Iduladha
Ilustrasi sembelih kurban (@pngtree)

SUARAJATIMPOST.COM - Hari Raya Iduladha adalah salah satu momen paling bermakna bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan ini bukan hanya menjadi ajang memperingati keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menaati perintah Allah SWT, tetapi juga menjadi wujud kepatuhan dan keikhlasan melalui pelaksanaan ibadah kurban.

Salah satu amalan utama pada hari yang mulia ini adalah penyembelihan hewan kurban. Agar kurban diterima sebagai ibadah yang sah, proses penyembelihannya harus dilakukan secara tepat waktu, tertib, dan sesuai dengan pedoman agama serta standar kesehatan yang berlaku.

Penyembelihan hewan kurban memiliki tata cara yang telah diwariskan melalui ajaran Nabi Muhammad SAW. Langkah pertama adalah memastikan hewan kurban memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, seperti sehat jasmani, tidak memiliki cacat, serta cukup umur. Rasulullah SAW sangat menganjurkan agar hewan kurban dipilih dari yang terbaik dan berkualitas.

Saat hendak menyembelih, penyembelih wajib mengucapkan nama Allah dengan bacaan: "Bismillahi Allahu Akbar." Ucapan ini menjadi sunnah yang bersumber dari hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang menunjukkan bahwa Nabi SAW selalu mengucapkannya ketika menyembelih hewan kurban.

Dalam Al-Qur’an, makna penyembelihan kurban ditegaskan dalam Surah Al-An’am ayat 162–163:

"Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Dan demikianlah aku diperintahkan dan aku adalah orang pertama yang berserah diri."

Penyembelihan dilakukan dengan memotong bagian leher hewan menggunakan pisau yang sangat tajam agar hewan tidak merasa tersiksa.

Rasulullah SAW menekankan pentingnya memperlakukan hewan dengan penuh kasih sayang bahkan saat menyembelihnya.

Posisi urat nadi harus dikenali dengan baik, dan penyembelihan harus dilakukan dengan hati-hati agar leher hewan tidak terputus, karena memutus leher sepenuhnya dianggap makruh dalam hukum Islam.

Setelah penyembelihan, daging kurban dibagikan ke tiga kelompok untuk konsumsi keluarga penyembelih, untuk sanak saudara yang membutuhkan, dan untuk masyarakat luas yang kurang mampu. Pembagian ini tidak hanya mencerminkan ketaatan kepada Allah, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas sosial.

Aspek kebersihan dan kesehatan juga tidak boleh diabaikan. Proses penyembelihan idealnya dilakukan di tempat yang bersih dan memenuhi standar sanitasi agar daging yang dihasilkan tetap higienis dan aman dikonsumsi. Ini penting untuk menjaga kualitas kurban sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan secara optimal oleh penerima.

Secara keseluruhan, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa peduli kepada sesama. Melalui ibadah ini, umat Muslim belajar arti dari pengorbanan, keikhlasan, dan cinta kepada Allah SWT. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow