Longsor Rusak Parapet Jembatan Kauman di Jalur Bondowoso–Jember, BPBD Pastikan Tak Ada Korban

Longsor akibat hujan deras merusak parapet dan tembok penahan tanah Jembatan Kauman di jalur Bondowoso–Jember, Desa Pekauman, Grujugan. BPBD Bondowoso memastikan tidak ada korban jiwa dan kondisi lokasi terpantau aman terkendali.

27 Feb 2026 - 22:22
Longsor Rusak Parapet Jembatan Kauman di Jalur Bondowoso–Jember, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
Longsor di jembatan Kauman saat di asesmen oleh TDC BPBD Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Tanah longsor terjadi di Jalan Raya Bondowoso–Jember, tepatnya di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Peristiwa tersebut mengakibatkan parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman mengalami kerusakan.

Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso, kejadian longsor berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 07.38 WIB. Namun, laporan baru diterima BPBD pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB melalui informasi dari pihak kepolisian setempat.

Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan derasnya arus sungai hingga menggerus struktur penahan tanah di sisi jembatan. Tercatat, longsoran terjadi di dua sisi jembatan dengan panjang sekitar 3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.

“Setelah mendapat informasi, tim TRC, Pusdalops, dan agen bencana segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman yang berada di jalur utama penghubung Bondowoso–Jember. Meski demikian, kondisi wilayah dinyatakan aman dan terkendali.

“Sampai asesmen selesai pukul 10.30 WIB, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Cuaca saat ini juga berawan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah tindak lanjut,” tambah Kristanto.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lokasi, antara lain BPBD Bondowoso, Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, Satlantas Polres Bondowoso, PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Polsek dan Koramil Grujugan, serta pemerintah kecamatan setempat.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu longsor maupun kerusakan infrastruktur di sekitar aliran sungai. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow