Kemenag Nganjuk Sampaikan Moderasi Beragama untuk Ciptakan Indonesia Damai
Kegiatan bertema “Menguatkan Moderasi Beragama untuk Indonesia Maju dan Damai” ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk, H. Abdul Rahman
NGANJUK, SJP - Sebanyak 500 peserta dari berbagai lembaga dan organisasi keagamaan mengikuti Retreat Kemah Moderasi Beragama yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk di Lapangan Asrama Kodim 0810 Nganjuk, Jumat–Minggu (5–7/9/2025).
Kegiatan bertema “Menguatkan Moderasi Beragama untuk Indonesia Maju dan Damai” ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk, H. Abdul Rahman
Dalam sambutannya, Abdul Rahman menegaskan pentingnya memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah keragaman bangsa Indonesia.
“Indonesia adalah negeri yang kaya akan keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, serta agama. Di tengah keragaman itu, kita memiliki semboyan luhur Bhinneka Tunggal Ika," katanya, Selasa (9/9/2025).
'Namun semboyan ini tidak bisa hidup dengan sendirinya, melainkan membutuhkan peran aktif kita semua, khususnya generasi muda,” imbuhnya.
Abdul Rahman juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital yang dihadapkan pada derasnya arus informasi, disinformasi, hingga potensi provokasi yang dapat mengganggu kerukunan umat beragama.
Menurut Abdul Rahman, melalui kegiatan retreat ini diharapkan lahir pemikiran segar dan komitmen kuat dari generasi muda untuk menjadi pelopor perdamaian, penjaga harmoni, sekaligus agen moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Melalui dialog ini, saya berharap lahir generasi muda yang cerdas secara spiritual, tangguh secara sosial, dan matang dalam toleransi,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya APRI, IPARI, Pokjawas Madrasah dan PPAI, KKM MI, KKM MTs, KKM MA, IGRA, Kemenag, Ormas NU, Muhammadiyah, FKPQ, FKDT, hingga Guru PAI se-Kabupaten Nganjuk.
Abdul Rahman menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini melalui DIPA Kemenag Kabupaten Nganjuk dan swadaya masyarakat.
Ia berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan keagamaan yang damai, inklusif, dan penuh toleransi. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

