Kasus Dugaan Pengeroyokan oleh Pengurus KONI Kota Batu Naik ke Tahap Penyidikan
Naiknya status perkara ke tahap penyidikan menjadi sinyal bahwa aparat penegak hukum menemukan adanya indikasi peristiwa pidana yang perlu dibuktikan lebih lanjut.
KOTA BATU, SJP–Penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan seorang pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu berinisial S.A. bersama dua rekannya, H.N. dan M., kini memasuki babak baru. Satreskrim Polres Batu resmi menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Peningkatan status perkara ini diketahui setelah korban sekaligus pelapor, R.C., kembali dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Batu untuk memberikan keterangan tambahan pada Rabu (24/6/2026).
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, membenarkan adanya perkembangan signifikan tersebut. Menurutnya, peningkatan status dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti yang cukup.
"Saat ini perkara ini naik ke tahap penyidikan. Korban atau pelapor memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Batu guna melengkapi berkas perkara yang saat ini tengah kita tangani," ujar AKP Zaenal, Rabu (24/6/2026).
Selain melengkapi berkas perkara, tim penyidik juga dijadwalkan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Merespons perkembangan ini, kuasa hukum korban, Teguh Suharto Utomo, menilai pemanggilan kliennya membuktikan bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Ia berharap polisi tetap objektif dalam mengusut tuntas kasus ini.
"Kami menghormati seluruh proses yang sedang berjalan. Harapan kami kasus ini dapat ditangani secara transparan dan tuntas sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak," kata Teguh.
Kasus dugaan pengeroyokan ini sebelumnya mencuat setelah korban, R.C., melaporkan insiden kekerasan yang dialaminya. Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah pertandingan bulu tangkis di Gedung Serbaguna Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dalam laporannya, korban mengaku dikeroyok oleh tiga orang terlapor.
Kasus ini langsung menarik perhatian publik lantaran salah satu terlapor merupakan figur penting dalam kepengurusan organisasi olahraga di Kota Batu.
Meski kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidik Satreskrim Polres Batu masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan alat bukti tambahan, serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian demi mengungkap kronologi dan peran masing-masing pelaku secara utuh sebelum mengambil keputusan hukum lebih lanjut. (*)Â
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

