KAI Daop 7 Sesalkan Truk Terobos Perlintasan di Blitar Hingga Berujung Kecelakaan

Saat kejadian, perangkat peringatan di lokasi sebenarnya telah aktif, ditandai dengan bunyi sirene sebagai tanda kereta api akan melintas.

29 Apr 2026 - 08:01
KAI Daop 7 Sesalkan Truk Terobos Perlintasan di Blitar Hingga Berujung Kecelakaan
Kondisi truk yang tertemper kereta api (KA) Dhoho. (Foto : Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daop 7 Madiun menyayangkan insiden kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Kota Blitar pada Selasa (28/4/2026) malam.

Sebuah truk yang mengalami mogok di tengah rel tertemper KA Dhoho relasi Kertosono–Malang.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.35 WIB di perlintasan resmi terjaga JPL 190 Km 120+448, jalur antara Stasiun Blitar–Garum.

Saat kejadian, perangkat peringatan di lokasi sebenarnya telah aktif, ditandai dengan bunyi sirene sebagai tanda kereta api akan melintas.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa truk tetap melintas meskipun peringatan sudah berbunyi. Nahas, ketika berada di tengah perlintasan, kendaraan tersebut mendadak mogok dan posisinya menghalangi ruang bebas jalur kereta api.

"Petugas sudah berupaya maksimal dengan memberikan semboyan 3 untuk menghentikan laju kereta. Namun karena jarak sudah terlalu dekat, insiden tidak dapat dihindari," jelasnya, Rabu (29/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran sehingga perjalanan sempat terhenti. Beruntung, masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam kondisi selamat.

KAI Daop 7 Madiun segera berkoordinasi dengan petugas terkait untuk penanganan di lokasi. Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan sekitar pukul 22.00 WIB sehingga jalur kembali dapat dilalui, dan selanjutnya, perbaikan lokomotif rampung pada pukul 22.35 WIB. 

Kereta api kemudian dijalankan mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas sekitar 5 km/jam, dengan didahului petugas sebagai langkah pengamanan perjalanan.

KAI kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan melintas saat sirene berbunyi atau palang pintu mulai ditutup, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

"Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Keselamatan perjalanan kereta api harus menjadi prioritas bersama," tegas Tohari.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno, menyatakan masih menyelidiki peristiwa kecelakaan antara truk bermuatan pasir dengan KA Dhoho relasi Blitar–Surabaya di perlintasan Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, pada Selasa (28/4/2026) malam. Dengan demikian, penyebab pasti kecelakaan tersebut belum disimpulkan.

Peristiwa kecelakaan bermula ketika KA Dhoho melaju dari arah barat menuju timur. Saat tiba di perlintasan sebidang di Jalan Imam Bonjol, kereta api tersebut menabrak sebuah truk bermuatan pasir yang sedang melintas.

Truk tersebut dikemudikan oleh Andung Guritno (39), warga Desa Karangtalun, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, dengan kernet M Nazhri Eka (24), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras.

Ipda Suratno menyebutkan insiden terjadi ketika truk tetap melintas saat palang pintu perlintasan mulai menutup. Namun nahas, tepat saat mendekati rel, mesin truk tiba-tiba mati.

Mengetahui kondisi tersebut, sopir dan kernet segera turun dari kendaraan. Keduanya sempat meminta bantuan warga sekitar untuk mendorong truk agar menjauh dari rel, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Benturan pun tidak terhindarkan ketika KA Dhoho menghantam truk yang masih berada di atas perlintasan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir dan kernet berhasil menyelamatkan diri dengan turun dari truk sesaat setelah kendaraan mengalami mogok," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow