Ironi May Day Grahadi: Buruh Perjuangkan Upah, Pasukan Es Teh dan Pentol Sukses 'Gajian' Duluan

Aksi demo buruh May Day 2026 di Grahadi Surabaya bawa berkah buat PKL. Buruh sibuk orasi tuntut UMK, penjual es teh dan pentol malah panen cuan duluan!

03 May 2026 - 08:21
Ironi May Day Grahadi: Buruh Perjuangkan Upah, Pasukan Es Teh dan Pentol Sukses 'Gajian' Duluan
Pedagang asongan berjualan es teh dan pentol di tengah aksi demo buruh May Day di depan Grahadi Surabaya. (Ilustrasi: Gemini AI)

SURABAYA, SJP – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Jumat (1/5/2026) rupanya tidak cuma jadi panggung menyuarakan aspirasi. 

Di balik garangnya orasi dari atas mobil komando menuntut kesejahteraan, justru ada kelompok lain yang diam-diam tersenyum lebar lantaran meraup cuan. Mereka adalah para pedagang asongan.

Sejak siang, pinggiran jalan di sekitar lokasi aksi sudah disulap layaknya pujasera dadakan. Mulai dari minuman botol, bakso, mi ayam, hingga jajanan pemersatu bangsa: pentol.

Massa aksi tak perlu repot-repot menunggu asupan logistik yang harus menembus barikade polisi. Cukup lirik sedikit, abang pentol langsung meluncur. 

Para peserta aksi yang berteriak menuntut keadilan ekonomi nyatanya memang tidak bisa menipu perut. Di sela-sela meneriakkan "Hidup Buruh!", terekam pemandangan epik di lapangan: tangan kiri mengepal ke udara menuntut turunnya harga sembako, tangan kanan sibuk memutar tusukan pentol bumbu kacang.

Demonstrasi berjalan mulus karena asupan gizi langsung terdistribusi dengan baik tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

Namun, di tengah harmoni antara buruh dan pedagang ini, muncul satu sosok dengan insting bisnis yang sangat pragmatis. Pak To, seorang penjual minuman kemasan, mengaku omzetnya sangat terbantu oleh ribuan massa yang *ngelak* (kehausan) sehabis berorasi.

Uniknya, saat massa buruh diam-diam bersyukur karena cuaca Surabaya lumayan bersahabat hari itu, Pak To justru merasa sedikit dikhianati oleh alam.

“Sayangnya cuaca hari ini mendung, Mas. Coba kalau panas, dagangan saya pasti lebih ramai dari sekarang,” ujar Pak To dengan raut wajah tanpa dosa.

Pernyataan Pak To ini seolah menjadi bukti kerasnya mindset  pengusaha jalanan. Demi meraup cuan maksimal dari es teh kemasan, ia tak segan berharap agar ribuan demonstran terpanggang teriknya matahari Surabaya. Sebuah prinsip  supply and demand yang tak kenal ampun! (**)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow