Dugaan Korupsi Alsintan di Jombang, Mesin Combine Raib, Warga Sebut Ada Tebusan Rp200 Juta

Satu unit mesin panen (combine harvester) merk Bimo 110 milik Kelompok Tani (Poktan) Mojosari dilaporkan raib dari penguasaan petani tak lama setelah serah terima dilakukan pada akhir 2024 lalu.

23 Dec 2025 - 15:00
Dugaan Korupsi Alsintan di Jombang, Mesin Combine Raib, Warga Sebut Ada Tebusan Rp200 Juta
Alat mesin bantuan pertanian Combine yang diduga raib usai serah Terima kepada Poktan Mojosari, Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP — Program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang seharusnya menyejahterakan petani di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, kini justru memicu polemik. 

Satu unit mesin panen (combine harvester) merk Bimo 110 milik Kelompok Tani (Poktan) Mojosari dilaporkan raib dari penguasaan petani tak lama setelah serah terima dilakukan pada akhir 2024 lalu.

Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkapkan adanya dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan oknum perangkat desa dengan modus uang tebusan sebesar Rp200 juta.

Menurut keterangan narasumber berinisial D, salah seorang warga setempat, bantuan tersebut tiba di desa sekitar September 2024. 

Namun, kegembiraan anggota Poktan Mojosari sirna ketika oknum perangkat desa diduga meminta uang tebusan dalam jumlah fantastis agar alat tersebut bisa dikelola oleh kelompok.

"Awalnya diurus oleh desa atas nama Poktan Mojosari. Setelah barang datang, oknum perangkat justru meminta uang tebusan Rp200 juta. Mereka meminta pelunasan hari itu juga. Jika tidak sanggup, alat akan dialihkan ke pihak lain," ungkap D saat ditemui awak media, Selasa (23/12/2025).

Lantaran anggota Poktan tidak mampu menyediakan uang tunai dalam waktu singkat, bantuan negara tersebut diduga dialihkan kepada pihak swasta, yakni almarhum Haji Iskandar, warga Dusun Sumberpacing, yang sanggup membayar nominal tersebut. 

Sejak saat itu, mesin combine tersebut tidak lagi terlihat di lingkup Poktan Mojosari.

Bantuan alsintan merupakan hibah negara yang diperuntukkan bagi kelompok tani secara kolektif untuk menurunkan biaya produksi petani, bukan untuk diperjualbelikan atau ditebus oleh individu. 

Pengalihan aset negara kepada pihak perorangan dengan imbalan uang merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi bantuan pemerintah.

Warga kini mendesak agar mesin combine itu dikembalikan ke pihak kelompok tani, dan meminta aparat penegak hukum (APH) turun tangan mengusut tuntas keberadaan alat tersebut jika tak kunjung kembali. 

"Harapan warga sederhana, kembalikan mesin combine itu ke Poktan Mojosari sesuai fungsinya," tegas D.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait belum membuahkan hasil. 

Kepala Desa Sumbersari, Harianto, serta Camat Megaluh, Ummi Salamah, belum memberikan respons saat dihubungi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Roni, juga belum memberikan pernyataan resmi terkait pengawasan distribusi bantuan alsintan di wilayahnya yang diduga menyimpang dari prosedur. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow