Diperta Probolinggo Uji Kelayakan Bahan Pangan Hewani untuk Program MBG

Diperta Kabupaten Probolinggo bersama UPT Lapkeswan Malang melakukan pengujian sampel daging ayam, daging sapi dan telur untuk memastikan bahan pangan program Makan Bergizi Gratis aman dikonsumsi. Pemeriksaan dilakukan melalui serangkaian uji laboratorium guna menjaga kualitas pangan bagi masyarakat.

08 May 2026 - 17:06
Diperta Probolinggo Uji Kelayakan Bahan Pangan Hewani untuk Program MBG
Tim UPT Labkeswan Malang dan Diperta Kabupaten Probolinggo melakukan pengambilan sampel produk pangan asal hewan di SPPG Sumberkedawung 003 Leces. (Foto: Disperta Kabupaten Probolinggo)

PROBOLINGGO, SJP – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Pertanian (Diperta) bersama UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Lapkeswan) Malang melakukan pengawasan keamanan pangan hewani di SPPG Sumberkedawung 003 Leces, Rabu (7/5/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan bahan makanan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman, sehat dan memenuhi standar konsumsi masyarakat.

Kegiatan pengambilan sampel tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) UPT Lapkeswan Malang, Desi Purnama bersama tim dari Diperta Kabupaten Probolinggo. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Medik Veteriner Muda Novita Dwi Setyorini dan dokter hewan penyelia wilayah Leces Maya. Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Kepala SPPG Sumberkedawung 003 Leces, Afin Nur Afiat.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel bahan pangan hewani berupa lima sampel daging ayam, lima sampel telur ayam ras dan lima sampel daging sapi. Masing-masing jenis sampel memiliki total berat sekitar 2,5 kilogram untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium guna dilakukan pengujian lebih lanjut.

Pemeriksaan laboratorium itu meliputi berbagai tahapan pengujian, seperti deteksi kandungan formalin dan boraks, uji organoleptik, uji Eber, Total Plate Count (TPC), hingga pemeriksaan kemungkinan adanya pemalsuan daging babi. Proses pengujian diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu sebelum hasilnya disampaikan kepada pihak SPPG dan Diperta Kabupaten Probolinggo.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nikolas Nuryulianto menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan aktif UPT Lapkeswan Malang dalam menjaga mutu pangan pada program MBG.

“Tujuannya untuk memastikan produk pangan asal hewan seperti daging sapi, daging ayam dan telur benar-benar layak diolah dan disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Menurut Niko, layanan pemeriksaan laboratorium tersebut diberikan tanpa dipungut biaya dan sekaligus menjadi bagian dari penguatan administrasi serta penilaian mutu di lingkungan SPPG.

“Hasil uji laboratorium ini nantinya bisa menjadi bahan evaluasi bagi SPPG. Kalau hasilnya baik tentu dapat mendukung kualitas pelayanan dan pemenuhan standar pangan bergizi,” jelasnya.

Ia menambahkan pengawasan pangan hewani menjadi hal penting untuk menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG. Dengan adanya pemeriksaan berkala, kualitas bahan pangan diharapkan tetap terjaga mulai dari proses distribusi hingga penyajian.

“Harapannya makanan yang disajikan melalui MBG benar-benar aman, sehat dan berkualitas sehingga penerima manfaat merasa terlindungi,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow