Diduga Tersinggung Teguran, Siswi di Malang Nekat Naik Tandon Air Coba Bunuh Diri

Seorang siswi di Kota Malang mencoba bunuh diri dengan naik tandon air setelah merasa tersinggung teguran temannya. Beruntung aksi tersebut berhasil digagalkan.

22 Apr 2026 - 14:00
Diduga Tersinggung Teguran, Siswi di Malang Nekat Naik Tandon Air Coba Bunuh Diri
Petugas dan warga mengevakuasi seorang siswi yang naik ke tandon air di kawasan Jalan Kawi, Kota Malang, Senin (20/4/2026) malam. (Foto: Beritasatu.com)

MALANG, SJP – Seorang siswi sekolah rakyat berinisial NIN (18), warga Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, melakukan percobaan bunuh diri dengan menaiki tandon air di sekitar sekolahnya, Senin (20/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Kawi, Kelurahan Bareng, sekitar pukul 22.30 WIB.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Lukman Sobikhin membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban diduga nekat melakukan aksi tersebut karena merasa tersinggung dan sakit hati setelah mendapat teguran dari temannya.

“Korban merasa sakit hati setelah ditegur karena tidak mengindahkan panggilan guru,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Setelah itu, korban naik ke tangga tandon air dan diduga hendak melompat. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan berkat upaya teman-teman korban serta saksi di lokasi yang membujuk korban untuk turun.

Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.20 WIB dalam kondisi selamat, kemudian dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Lukman.

Dari hasil penelusuran, korban diketahui telah dua kali melakukan percobaan serupa di lingkungan sekolah. Selain itu, korban juga memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Saiful Anwar.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar individu yang mengalami tekanan dapat merasa didengar dan tidak menghadapi masalah sendirian.

Disclaimer: 

Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau menjadi korban perundungan, segera cari bantuan. Hubungi orang tua, guru, konselor sekolah, psikolog, atau layanan kesehatan mental setempat. Anda juga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat atau layanan darurat untuk mendapatkan pertolongan.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow